Blog

Opini

High Tech Low Tech

Kemampuan Menerima Kritik

Menerima dan mendengar kritikan adalah sebuah kemampuan yang tidak dimiliki semua orang. Tidak semua dari kita bisa menerima kritikan yang disampaikan oleh orang lain kepada kita. Dikiritik adalah memang bukan hal yang menyenangkan, karena ini berhubungan dengan kinerja kita. Masudnya kita dikiritik pastilah karena sesuatu yang buruk, kalau baik pastinya dipuji :)

Kritikan bisa jadi disampaikan secara halus, atau bisa juga terasa pedas. Ini tergantung dengan kepribadian orang yang menyampaikannya. Terlepas dari apapun cara penyampaiannya, pada dasarnya orang yang menyampaikan kritik pastilah karena dia/mereka perduli dengan kita (yang dikritik)

Setelah menerima kritikan proses berikutnya terserah kita. Maksudnya boleh defensif atau bisa juga berlapang dada menerimanya (walau rasanya susah banget heheheh). Kalau kita memilih defensif, biasanya kita akan mendapatkan kenyamanan sesaat dalam hati kita. Semua seolah bisa selesai setelah proses pembelaan yang kita berikan. Tapi biasanya ini akan menutup saluran-saluran untuk perbaikan berikutnya.

Bersikap defensif terhadap kritikan bisa jadi memang membuat kita merasa menang tapi sebenarnya kebanyakan ruginya. Membuat kita tidak berkembang karena keran untuk perbaikan sudah kita tutup rapat. Menutup kemungkinan-kemungkinan yang bisa menjadi alternatif untuk sebuah pemecahan masalah. Menutup kemungkinan untuk melakukan sesuatu secara lebih efisien. Menghabisi kreatifitas yang bisa jadi sebenarnya bisa saja menjadi sesuatu yang brilian.

Pilihan kedua adalah menerima dengan lapang dada. Memang terdengar lebih sederhana saat mengatakannya daripada melakukannya. Menerima kritikan bukan berarti menempatkan diri kita dikursi terdakwa dan menyerah seperti seorang pesakitan. Menyampaikan fakta adalah kewajiban kita, tapi saat perbaikan memang harus dilakukan maka kita mesti mengakuinya dengan jujur.

Ingat bahwa pada dasarnya yang mengkritik kita adalah orang yang perduli dengan kita. Walaupun yang mengkritik kita bisa jadi adalah orang yang berseberangan pendirian dengan kita, tapi dia telah mengalokasikan waktu dan tenaganya untuk mengamati kita. Apalagi jika ternyata orang yang mengkritik adalah orang yang dekat dengan kita, maka sudah sepantasnya kita mendengarkan pendapatnya. Yang berseberangan saja kita dengarkan, apalagi yang berpihak terhadap kita.

Mendengarkan kritikan orang lain adalah sebuah jalan pintas. Tanpa kita susah-susah berpikir dan mencari kesalahan atas tindakan kita, orang lain sudah dengan senang hati mau melakukannya. Cuma perlu sedikit kesabaran dalam menerimanya alias jangan marah kalau dikritik. Mending alokasikan energi amarah menjadi tenaga untuk sebuah perbaikan. 

#Nasehat Untuk Diri Sendiri.  

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.