Blog

Opini

High Tech Low Tech

Berpikir Sederhana Saja

 

Dalam menyelesaikan sebuah masalah sebaiknya selalu gunakan pendekatan yang terbaik. Jangan memakai analisa yang berlebihan dan gunakan pendekatan yang sesuai dengan pokok permasalahan. Sekitar setahun yang lalu saya sempat terlibat dalam rapat lingkungan. Intinya adalah untuk memperbaiki sedikit bagian jalan yang rusak karena terus menerus diguyur oleh aliran air yang meluap dari got. Bagian ini sejatinya berukuran sekitar 2X6 meter namun sangat vital karena kendaraan tidak bisa lewat jika tidak diperbaiki segera.

Setelah rapat dibuka maka segeralah para peserta mengemukan pendapat. Beberapa menyampaikan data teknis dengan perhitungan sin, cos, tangen yang sudah saya lupa hahaha. Saya tidak mempermasalahkan pendapat peserta yang plus latar belakang keilmuan mereka yang mumpuni. Yang saya sesalkan waktu itu adalah arah diskusi yang menuju kepada penundaan untuk memperbaiki jalan rusak itu. Kerusakan yang hanya berukuran 2X6 meter saja ini harus menunggu kajian mendalam untuk memperbaikinya.

Bermodal dengan latar belakang kuliah di bidang pariwisata, saya mengusulkan agar lobang berlumpur itu disemen saja hahahaha. Setiap ada kebocoran secara umum pasti ditambal dengan semen (maaf kajian saya terlalu sederhana). Usulan untuk meminta bantuan kepada instansi yang saya lupa namanya sangat dihargai. Namun itu sebaiknya menjadi rencana jangka panjang saja. Aksi jangka pendek yang penting waktu itu adalah menambal lubang berlumpur berukuran 2X6 meter agar kita tidak usah mengambil jalan memutar.

Akhirnya ide itu dijalankan dan semua sepakat bahwa lubang itu disemen saja. Masalah nanti akan dihanyutkan oleh air itu adalah fakta yang tidak bisa kita bantah. Waktu itu kami berkeyakinan bahwa semen itu akan bertahan setidaknya 3 bulan sambil mencari cara untuk mengalihkan saluran air yang meluap itu. Namun waktu berlalu tanpa terasa dan sudah 8 bulan lebih semen itu tetap kokoh. Sampai akhirnya pemerintah mengaspal kembali jalan tersebut dan dengan terpaksa semen itu harus dihancurkan. Jadi sebenarnya daya tahan semen itu sudah melebihi harapan awalnya.

Tadi saya terlibat dalam diskusi yang serupa. Namun anggotanya berbeda. Baik dalam jumlah dan tingkat keruwetan otaknya hahahaha. Tindakan yang diambil sama yaitu dengan menyemennya saja. Tindakan menyemen ini disetujui tanpa perlu melakukan diskusi yang panjang dan berlebihan. Pengerjaan yang dulu itu sempat dibahas sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat.

 

Jangan suka terlalu ribet deh. Jangan sampai semua ilmu yang kita pelajari menjadi hambatan untuk melakukan hal-hal sederhana. Tidak semua masalah harus diselesaikan dengan sin cos tangent atau E=MC2 dan tabel unsur kimia hehehe. 

 

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.