Blog

Opini

High Tech Low Tech

Welcome to Indonesia (where pedestrian is not respected)

 

Pagi-pagi sehabis mengantar anak ke penitipan aku melihat sebuah adegan yang menggelikan. Dari judulnya sudah pasti bisa ditebak aktornya pasti melibatkan aktor luar negeri karena ada kata-kata welcome to Indonesia he he he he. Kejadiannya terjadi di bay pass yang berlokasi di wilayah hijau kota di Kertalanggu. Bisa dibayangkan dong ramainya jalan bay pass plus kecepatan kendaraan yang melintas.

Ceritanya ada dua orang bule yang berusaha untuk menyeberang ke sisi lain jalan. Mereka berhenti di kiri dan terlihat berusaha menyeberang ke sisi kanan. Sepertinya mereka akan membeli tanaman hias kerena yang dituju adalah pedagang tananam hias. Satu laki-laki dan satu perempuan. Dari tampang, sepertinya mereka bule Rusia. (yakin banget karena aku lumayan sering melihat wajah dingin tamu-tamu Rusia di tempat kerja, atau setidaknya mereka orang Eropa Timur he he he). Sebelum aku lewat kemungkinan mereka sudah berusaha untuk meyeberang tapi tidak berhasil-berhasil. Akhirnya pada saat aku lewat disana mereka sudah berada ditengah jalan. Ada sebuah kendaraan pick up yang berhenti tepat didepan mereka. Kemungkinan sopirnya marah kepada bule-bule itu dan dibalas oleh si bule dengan tampang marah sambil menunjuk zebra cross. Bule perempuan itu bahkan berkali-kali menunjuk zebra cross (menunjuk ke bawah) untuk menegaskan bahwa dia menyeberang di tempat yang benar.

Aku cuma bisa tersenyum. Mungkin dalam pikiran pengemudi itu, kelakuan bule tadi aneh dan menjengkelkan. Tapi dari sisi si bule, kelakuan sopir itu sangat menyebalkan. Inilah perbedaan yang keduanya tidak saling mengerti. Sopir yang sejak hari pertama dia bisa mengendarai mobil tidak pernah diajarkan untuk selalu mengutamakan pejalan kaki pasti menganggap bahwa dirinya benar. Hal ini diperparah dengan budaya kita yang tidak pernah memperhatikan zebra cross. Kita hanya berhenti di lampu merah (dan kadang-kadang tidak) otomatis tidak akan menghormati pejalan kaki. Sedangkan di negara si bule (kita simpulkan saja di Eropa) pejalan kaki sangat dihormati. Tidak usah jauh-jauh, Singapura saja sangat menghormati pejalan kaki. Sebuah perbedaan budaya yang sebenarnya harus kita kejar.

Tapi tidak hanya zebra cross yang dilanggar. Ada banyak pelanggaran lain yang kita semua pasti sering saksikan di jalan raya (atau mungkin kita sendiri malah sering lakukan he he he). Contohnya tanda dilarang belok, sering sekali kita lihat sudah jelas-jelas ada tanda dilarang berbelok malah pengendara dengan tanpa rasa berdosa berbelok disana. Bahkan ada tanda dilarang berbelok di depan sebuah kantor polisi yang hampir dilanggar setiap hari. Kemudian rambu dilarang parkir. Rambu ini lumayan sering dilanggar yang pada akhirnya menimbulkan kemacetan.

Yang paling aneh adalah rambu dilarang kencing, atau Hanya Anjing Yang Kencing Disini. saya percaya rambu ini juga sering dilanggar karena beberapa kali lewat di tempat rambu itu dipasang, masih saja ada bau pesing walaupun lewat cuma dalam hitungan detik he he he.

Omong-omong apa sih yang menyebabkan mereka suka melanngar tanda larannga itu? Sekali lagi budaya kita yang menjadi biang keladi. Kita belum sepenuhnya menyadari dan menaatai aturan itu penting untuk kepentinggan bersama. Rambu-rambu itu pastinya dibuat untuk menciptakan kenyamanan bagi kita semua. Sayangnya belum semua (masih sebagian besar mungkin) yang menyadari hal itu.

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.