Blog

Opini

High Tech Low Tech

Self Branding

 Yang saya maksud dengan self branding adalah segala tindakan, perkataan dan sikap yang akhirnya membentuk image (kesan) orang lain terhadap diri kita. Pokoknya itu istilah saya sendiri, jadi kalau ada salah-salah sedikit maka dimaafkan saja ya pemirsa. Mohon maaf saya juga lagi malas googling untuk menentukan istilah yang pas he he he

Baik langsung saja, ini adalah wangsit yang saya terima waktu bengong memikirkan kelucuan teman-teman, rekan kerja dan juga bos saya. Lalu muncullah wangsit yang saya tuangkan dalam tulisan ini. Sengaja atau tidak sengaja, semua tindakan, perkataan dan sikap kita akhirnya akan membentuk kesan mengenai kita. Penilaian mengenai diri kita dari lingkungan sekitar sepenuhnya merupakan hasil dari tindak-tanduk keseharian kita.

Penolong, ramah, galak, kasar pintar pintar dan lain sebagainya adalah pencitraan yang umum diberikan lingkungan terhadap kita. Ada yang terjadi secara alami karena memang dilakukan tanpa sengaja namun ada juga yang memang sengaja dilalukan dengan tujuan terntentu,

Seorang teman yang bekerja diluar negeri dengan sengaja membuat citra dirinya sebagai orang yang tidak bersahabat dengan lawan jenisnya. Ini dilakukan dengan tujuan agar dia tidak terlalu dekat dengan mereka. Hal ini dimaksudkan agar dia bisa fokus bekerja tanpa terlibat hubungan asmara yang akhirnya bisa mengganggu kepercayaan yang diberikan pacarnya.

Teman saya yang hidup dari berjualan berhasil mencitrakan dirinya seperti debt collector. Bukan dengan sikapnya yang kasar terhadap yang berhutang, tapi caranya yang secara intensif menagih pembayaran kepada teman-teman yang memakai jasanya. Hasilnya sekarang teman-teman jadi berusaha melunasi dengan cepat semua transaksi yang mereka buat. Bila perlu dengan menitip atau bahkan transfer online. Pokoknya jangan sampai deh punya tunggakan sama Koko yang satu ini.

Saya sendiri mengamati bahwa ini adalah branding yang efektif. Karena walau terkenal cerewet untuk urusan pembayaran tapi teman-teman tetap saja beli sama dia. Tetap membeli karena pelayanannya efisien, ramah dan cepat. Pada awalnya mungkin orang-orang menanggap bahwa teman saya ini sangat tidak fleksibel, tapi pada akhirnya kita semua terbiasa. Nah dia sukses mem-branding dirinya sehingga begitu melihat mukanya, orang langsung berinisiatif untuk melunasi he he

Cerita lain tentang mantan bos saya dulu. Orangnya baik sekali, tidak pernah marah dan selalu ceria. Menurut saya ini branding yang memang dari bawaan aslinya. Sehingga tanpa usaha yang keras dia bisa mem-branding­ dirinya sebagai orang yang baik. Dari citra sebagai orang baik ini bos saya ini mendapat banyak keuntungan. Keuntungannya adalah orang-orang mau dengan ikhlas mengerjakan perintahnya. Karena saking baiknya jadi orang-orang malu untuk berkata tidak. Saya adalah salah satunya yang begitu terkesan dengan kebaikannya.

Nah sekarang self branding macam apa yang akan kita buat???

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.