Blog

Opini

High Tech Low Tech

Berfokus Pada Kelebihan, Bukan Kekurangan

 

Di sekolah dulu waktu kita disuruh untuk menyebutkan sifat-sifat kita oleh guru BP, pasti kebanyakan kita menyebutkan sifat-sifat jelek yang ada dalam diri kita. Waktu itu saya juga adalah salah satu dari hampir semua murid yang lebih banyak mengungkapkan contoh sifat jeleknya. Jelas sekali bahwa dari kecil kita seakan-akan lebih berfokus kepada kekurangan, bukan kelebihan kita.

Okey¸sekarang ini saya tidak akan menyampaikan wangsit, tapi pengalaman saya pribadi. Memang sudah seharusnya kita lebih berfokus kepada kelebihan, bukan kekurangan yang ada dalam diri kita. Kenapa demikian? Karena semua buku mengatakan itu he he he he. Ya memang benar, semua buku yang berhubungan dengan topik ini selalu mengatakan itu. Dan yang lebih penting, hal ini akan membuat kita lebih nyaman dan bahagia.

Dengan berfokus pada kelebihan bukan kekurangan, maka kita akan mendapat perasaan ydan suasana hati yang lebih baik. Perasaan menjadi lebih nyaman dan secara otomatis akan membuat kita lebih optimis dalam menghadapi tantangan. Jadi intinya berpikirlah yang bagus-bagus alias berpikir positif. Dengan berpikir positif, sel-sel otak akan menjadi lebih bersih dan pastinya badan akan lebih sehat. Jangan buang energi mental untuk memikirkan sesuatu yang negatif dan tidak berguna.

Walau kita mutlak harus berfokus pada kelebihan bukan kekurangan, namun bukan berarti kita menutup mata pada kekurangan kita. Kekurangan yang bisa teridentifikasi harus segera diperbaiki. Sebelum merasa perfect, tanya dulu ke orang-orang yang sekiranya bisa membantu mengidentifikasi kekurangan kita. Teman, pacar, suami/istri, ortu, saudara adalah orang-orang yang tepat untuk dimintai masukan. Jangan lupa setelah mereka member masukan, beri hadiah secukupnya. Bunga, es krim, voucher belanja de el el bisa diberikan setelahnya. (Sebenarnya apapun boleh, asal djangan bogem mentah aja wakakaka)  

Dengan berfokus kepada kelebihan bukan kekurangan maka kita juga akan menarik lebih banyak lagi kelebihan-kelebihan yang lain (asal jangan kelebihan berat badan he he he he). Kata buku, hal positif akan menarik hal positif lainnya. Berfokus pasa kelebihan kita juga akan membuat kita lebih optimis. Apapun alasannya, berpikir optimis akan tetap lebih baik daripada menggusung pesimisme dalam tindakan kita. Selain itu berpikir positif juga tidak makan biaya.Selain itu berpikir positif juga tidak makan biaya. Berpikir negatif juga tidak makan biaya tapi membuat hati menjadi susah. Jadi pilih yang mana? Berfokus pada kelebihan apa kekurangan?

NB:

Tulisan ini sekedar penyemangat untuk diri saya sendiri karena sekarang sedang perlu semangat extra untuk menghadapi challenge yang ada. 

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.