Blog

Opini

High Tech Low Tech

Pilihan Pekerjaan Yang Makin Beragam

 

Ingat masa kecil dulu waktu saya ditanya oleh ayah apa cita-cita saya nanti. Waktu itu saya jawab saya ingin jadi pegawai istana. Itu adalah jawaban yang jujur tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Ayah saya bertanya kenapa ingin jadi pegawai istana, kenapa tidak menjadi guru seperti Ayah dan Ibu saja. Jawaban saya karena di istana itu tempatnya indah, bersih, banyak binatang (rusa dan burung-burung). Sekali lagi alasan itu adalah alasan sebenarnya yang ada dalam otak saya. Hasil pemikiran seorang anak kelas 2 SD. Inilah jenis pekerjaan yang pertama ada dalam kepala saya.

 

Saya lahir dan tumbuh dekat Istana Tampaksiring. Pada masa liburan, biasanya istana ini akan dibuka untuk umum. Kami bisa bermain dengan bebas disana. Itulah kesan tentang istana yang indah itu berawal. Tempat yang indah dan menyenangkan. Dalam piiran seorang anak kecil, pasti akan sangat menyenangkan menjadi pegawai istana. Bisa berada di istana ini setiap hari, tanpa harus menunggu hari raya/libur datang. Akhirnya saya sekarang terdampar bekerja di hotel resort dengan kondisi yang mirip seperti istana masa kecil saya itu. Ah.. mungkin seharusnya saya bermain di di bandara sehingga punya cita-cita menjadi pilot he he he.

 

Kenapa saya tertarik membahas ini, karena saya baru saja habis chat dengan teman kerja dulu yang sudah beralih profesi. Sekarang dia bekerja di salah satu Kedubes asing di ibu kota. Dia mengikuti programnya Indonesia Mengajar punya Anies Baswedan. Menjadi guru selama sehari, menyampaikan informasi tentang pekerjaan yang dia lakoni sekarang. Intinya membuka wawasan bagi anak-anak Indonesia tentang berbagai jenis pekerjaan yang bis mereka lakukan nanti di masa depan. Jadi kalau ditanya cita-cita tidak melulu harus jadi Pilot, Dokter atau Presiden. Tapi bisa jadi seorang Diplomat, Fotografer, Designer, Kartunis atau apa saja.

 

Kalau dulu seseorang baru dianggap bekerja kalau dia mempunyai pekerjaan formal. Dulu orang-orang meninggalkan kebebasannya dengan mengejar jenis pekerjaan kantoran. Mereka meninggalkan jenis pekerjaan yang semisal bertani yang memberikan keleluasaan waktu dalam mengerjakannya, beralih kepada pekerjaan dengan waktu terikat. Tapi sekarang pekerjaan formal sudah tidak menjadi patokan lagi. Orang-orang sekarang ini kembali beralih dan lebih menyenangi pekerjaan dengan waktu yang tidak mengikat. Pekerjaan yang tidak menuntut untuk datang ke kantor pada jam yang ketat. Melainkan pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah, dengan waktu yang lebih fleksibel. Apapun akhirnya bidang yang kita kerjakan kita harus menikmatinya. Menikmati pekerjaan yang dilakukan merupakan salah satu kunci dalam keberhasilan kita dalam bidang apapun

 

Dengan makin beragamnya bidang pekerjaan yang ada di jaman sekarang maka seharusnya makin sedikit pengangguran di negara kita. Jadi seharusnya pemerintah jadi lebih gampang dong ya he he he. Apapun kondisinya, pemerintah memang seharusnya memfasilitasi semisal dengan mempermudah dan mempermurah kalau jenis pekerjaan tertentu memerlukan lisensi. Mempermudah bukan berarti memberikan kelonggaran terhadap kualitas, tapi menyederhanakan proses yang harus ditempuh. Misalnya proses pemberian lisensi untuk guide dan sejenisnya.

 

Dari sisi orang tua, merupakan kewajiban bagi mereka untuk mengarahkan anaknya tanpa mengekang cita-citanya. Tentunya semua harus disesuaikan dengan minat dan bakat sang anak. Memperkenalkan anak kepada dunia kerja sejak dini mungkin merupakan salah satu cara mengetahui minat sang anak. Bukan berarti menyuruh mereka bekerja, tapi memberikan informasi tentang seluk-beluk berbagai jenis pekerjaan. Salah satu contoh adalah seperti yang dilakukan teman saya dengan datang ke sekolah-sekolah sambil menjelaskan pekerjaan yang dilakukannya. Dari sekian banyak anak yang mendengarkan penjelasannya pastilah ada salah satu yang merasa bahwa itu adalah pekerjaan yang akan dia lakoni nanti di masa depan.  

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.