Blog

Opini

High Tech Low Tech

Industri Keramahtamahan (Persfektif Seorang Pelaku)

 

Saya minta tolong Paman Google untuk menerjemahkan Hospitality Industry. Dalam sekejap muncul terjemahannya yaitu industri perhotelan. Hospitality sendiri artinya keramahtamahan. Tanpa bermaksud menyaingi Jus Badudu sang pakar bahasa Indonesia, saya ambil kesimpulan sendiri bahwa sebenarnya industri perhotelan sebenarnya adalah industri keramahtamahan.  Industri perhotelan sekarang berjalan diatas kebutuhan manusia untuk dihargai. Bukan hanya sekedar dilayani. Bahkan saking seriusnya, keramahtamahan sampai menjadi sebuah ilmu yang bisa dipelajari di tingkat universitas.

Kenapa saya bilang bahwa industri perhotelan berjalan diatas kebutuhan manusia untuk dihargai? Karena perkembangan industri perhotelan sudah jauh berkembang dari  bisnis awal perhotelan itu sendiri. Secara mendasar orang perlu hotel sebagai tempat menginap saat berpegian. Yang paling mendasar yang mereka perlukan adalah bangunan fisik untuk tempat beristirahat. Dalam industri perhotelan sekarang, bangunan fisik tetap merupakan bagian penting. Namun yang menghidupkan dan memberi jiwa kepada bangunan fisik itu adalah keramahtamahan dari pelakunya. Mungkin itu sebabnya londo Inggris menyebutnya hospitality industry alias industri keramahtamahan.

Tamu adalah raja. Itulah yang selalu didengungkan oleh hotel-hotel. Baik lokal maupun kelas internasional. Jadi tamu bukan lagi sebagai orang yang sekedar datang menginap di hotel. Mereka harus diperlakukan bak raja dan ratu. Bayangkan, sekali lagi mereka adalah raja he he he. Begitu doktrin yang ditanamkan kepada semua pelaku industri keramahtamahan.

Secara alami bangsa kita mempunya bakat alam untuk bekerja di industri ini. Kita adalah bangsa yang ramah. Demikian kesan yang saya dapat dari hasil berkomunikasi dengan para tamu yang berasal dari benua lain. Secara alami bangsa kita juga terbiasa untuk tersenyum. Sebuah modal yang sangat bermanfaat di industri keramahtamahan.

Saya pernah mendapat cercaan dari beberapa teman (bukan seprofesi) karena penilaian saya tentang seseorang. Dia adalah seseorang yang berstatus “musuh masyarakat” karena tabiatnya yang sok ramah. Saya berujar bahwa saya bisa mengubahnya menjadi orang yang sukses jika dia mau berganti pekerjaan yaitu bekerja di hotel. Hanya dengan menambahkan disiplin dan sedikit pengetahuan teknis maka dia pasti akan bisa menjadi insan industri keramahtamahan yang sukses. Karena pada dasarnya dia memang orang yang ramah dan bersahabat.

Jadi jika anda adalah orang yang ramah, bersahabat dan senang membantu maka gampang bagi anda untuk bekerja di industri   perhotelan. Industri yang menggurita di hampir semua benua. 

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.