Blog

Opini

High Tech Low Tech

Kosongkan Setengah Gelas

Apa yang akan kita lakukan jika ingin meminta minuman? Datang dengan gelas untuk tempat minuman kita! Namun pastikan bahwa gelas yang kita bawa tidak penuh. Agar masih tersedia tempat untuk minuman yang akan kita minta. Ini adalah perumpamaan kondisi yang saya pakai jika kita ingin memulai untuk belajar sesuatu. Apalagi belajar sesuatu dari spesies manusia. Sekumpulan otot berotak cerdas yang dibekali anugerah luar biasa yang bernama perasaan. Gelas tidak harus sepenuhnya kosong, setidaknya kosong setengah saja. Jadi dengan setengah isinya jika dicampur berpotensi menjadi rasa yang lebih enak he he he he.

Modal Adaptasi Tempat Baru

Kondisi yang sangat relevan dengan ini adalah adaptasi di tempat baru. Bisa jadi tempat kerja, tempat tinggal atau bisa jadi lingkungan/pergaulan baru. Mengosongkan setengah gelas kita adalah sebuah keharusan jika kita memang ingin menyerap hal-hal baru yang kita perlukan. Berbagai macam minuman yang kita punya hendaknya ditaruh dulu ditempat yang baik. Nanti dalam setelah minuman yang kita dapat juga bisa kita simpan sebagai koleksi pengetahuan kita atas berbagai macam rasa.

Kesampingkan Ego

Bisa jadi di tempat sebelumnya kita adalah orang yang biasa membagikan pengetahuan kita kepada orang lain. Namun di tempat baru, kita adalah pihak yang memerlukan “sedekah” pengetahuan dari rekan-rekan baru kita. Jadi kesampingkan dahulu ego kita. Buang jauh-jauh perasaan “pintar” kita kalau memang mau mendapatkan hasil pembelajaran yang optimal.  

Rasa pintar ini sebetulnya hanya akan menjadi perasaan kita sendiri. Maksudnya dalam proses belajar itu rekan yang melakukan transfer pengetahuan tidak akan menganggap anda tidak pintar. Kepintaran kita akan tetap terlihat dalam proses transfer pengetahuan itu. Jika kita memang pintar pasti akan bisa menyerap transfer ilmu itu dengan cepat he he he he. Jadi dalam proses belajar yang kita jalani kita tidak boleh bersikap defensif yang berlatar belakang “perasaan pintar” kita. Dalam bahasa yang lebih jelas, kalau mau belajar kita jangan sok pintar hehehehe.

Hargai Guru Pemberi Ilmu

Dalam lingkungan formal seringkali ego kita tertantang jika mendapat transfer pengetahuan dari orang yang secara struktural berada di bawah kita. Atau dalam lingkungan informal, kondisinya mirip jika transfer pengetahuan berasal dari orang yang lebih muda dari kita.  Apapun kondisinya kita harus selalu berterimakasih kepada guru/orang yang memberi pengetahuan kepada kita. Dengan apresiasi yang kita berikan pasti sang guru tidak akan pelit ilmu. Tentunya kondisi ini akan sangat menguntungkan kita sebagai pendatang baru yang memerlukan modal pengetahuan. 

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.