Blog

Opini

High Tech Low Tech

Lampu Merah Ngurah Rai Bali

 

Lampu merah di depan patung Ngurah Rai sebelum ke bandara Bali adalah tempat paling menyedihkan di Pulau Bali. Tempat yang menjadi percampuran antara kemewahan dan kemiskinan yang kurang mengenakan untuk dipandang mata. Hampir setiap hari saya berhenti di lampu merah ini karena ini adalah jalur yang harus saya tempuh untuk bekerja.

Saat kendaraan harus berhenti, maka kita akan melihat barisan kendaraan mewah yang pastinya membuat pemakainya nyaman. Ketika lampu merah mamaksa pengendara berhenti, maka saatnya para pengemis cilik mulai bergerak. Sebaliknya saat lampu hijau memberi waktu, saat itu juga para pengemis kecil itu menghentikan langkah. Langkah yang mungkin mereka sendiri tidak mengerti arti dan tujuannya. Karena saya percaya mereka berada di sana bukan karena kemauan sendiri.

Dengan pemandangan yang sama setiap hari, tempat ini adalah tempat paling menyakitkan untuk berhenti. Hati saya selalu terenyuh saat melihat mereka yang seharusnya bermain malah harus memainkan peranan yang seharusnya mereka ambil 20 tahun kemudian. Kesempatan dimana mereka harus beristirahat malah dipakai untuk menantang matahari. Saat senja ditinggalkan sang waktu, bukan peraduan yang mereka tuju. Dengan kaki mungilnya mereka masih melintas dengan tabah diantara para pengendara yang berhenti.

Kemarin sekitar jam 10 malam saya kembali diberi kehormatan untuk menyaksikan ketimpangan ini. Saat ini hanya ada seorang anak yang terlihat sedang menyender pada pohon perindang di seberang jauh. Lama saya tunggu tapi dia tidak bergerak seperti biasanya. Setelah saya amati ternyata dia tidur sambil berdiri. Mungkin karena letih yang luar biasa dia tidak peduli dengan tempat, posisi dan kondisi di mana dia tidur.

Pemadangan ini mengingatkan saya pada anak saya yang pastinya sedang tidur di rumah. Tidak terasa mata saya berkaca-kaca dengan adegan yang sebenarnya sudah bosan saya lihat. Untung kekonyolan saya masih tertutup dengan helm cerobong yang dengan kaca yang menyembunyikan kesedihan saya dengan sempurna.

Memang ukuran kebahagiaan tidak bisa diukur dari materi yang kita punya. Dalam artian bahwa mungkin saja anak-anak ini lebih bahagia dari anak-anak lain yang mempunyai fasilitas berlimpah. Namun ada hal-hal prinsip bagi seorang anak yang mereka tidak dapatkan. Perlindungan, hak bermain dan juga pendidikan adalah hal-hal yang terampas dari kehidupan mereka. Bukan hanya pendidikan sebatas bersekolah, namun pendidikan dalam artian yang lebih luas mengenai nilai-nilai kehidupan otomatis mereka tidak dapatkan.

Terakhir saya hanya bisa mengatakan BANGSAT kepada para administrator negeri ini. BANGSAT kalian karena menyuguhkan saya adegan yang membosankan ini setiap hari. BANGSAT kalian karena melupakan mereka setelah kampanye berakhir. BANGSAT kalian karena mengambil hak-hak anak-anak ini.  

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.