Blog

Opini

High Tech Low Tech

Undian Dewan Pelipur Rasa

Sudah lebih dari 10 tahun sanggar Dewan Pelipur Rasa berjanji untuk mengubah lakon. Katanya anggota sanggar Dewan Pelipur Rasa menyadari tuntutan rakyat bahwa rakyat memerlukan lakon-lakon yang lebih menghibur. Tapi setelah 10 tahun lebih sanggar Dewan Pelipur Rasa ini mengutarakan janjinya, tetap saja lakon dan dongeng yang mereka bawa tidak berubah. Kisahnya tetap saja seputar korupsi, kolusi, permainan angka dan penggemukan anggotanya.

Berkali-kali sudah disampaikan bahwa rakyat Hindia Londo bosan dengan lakon korupsi dan kolusi yang menjadi bahan pentasan sanggar Dewan Pelipur Rasa. Janji-janji selalu ditebar atas protes yang disampaikan oleh rakyat negeri Hindia Londo. Janji dengan kualitas sukrosa nomer satu yang manisnya minta ampyuun bahwa sanggar Dewan Pelipur Rasa akan mementaskan lakon yang lebih baik tapi kenyataannya tetap sama saja.

Lakon Titipan

Sesuai dengan namanya, seharusnya sanggar Dewan Pelipur Rasa ini fungsinya untuk menghibur rakyat. Tapi kenyataannya sanggar Dewan Pelipur Rasa ini malah membuat rakyat negeri Hindia Londo menjadi stres. Stres karena dongeng yang dibawakan rata-rata tidak berkualitas. Padahal uang yang digelontorkan untuk membuat sanggar Dewan Pelipur Rasa ini sudah sangat banyak. Biaya-biaya itu tidak hanya meliputi gaji anggota sanggar konyol ini, tapi juga biaya untuk proses perekrutan yang juga memakan banyak biaya.  

Kurang berkualitasnya lakon yang dipentaskan oleh Dewan Pelipur Rasa ini sebenarnya adalah cerminan apa yang ada di otak anggotanya. Selain itu lakon yang dipentaskan juga banyak merupakan lakon titipan pihak tertentu. Nah kalau sudah begini pastinya lakon yang dipentaskan sesuai dengan selera sang pemesan. Padahal Dewan Pelipur Rasa ini sudah mendapat gaji yang buanyaaaak.

Dilotre Biar Ngak Ngelonte

Alkisah kegalaun rakyat Hindia Londo ini sampai terdengar ke khayangan. Para penghuni khayangan lalu berusaha memberikan solusi. Setelah diusut akhirnya penghuni khayangan menduga bahwa kelakuan Dewan Pelipur Rasa yang suka matre ini berhubungan dengan proses rekrutmennya.

Proses rekrutmen yang banyak diwarnai politik koin telah membuat Dewan Pelipur Rasa melacurkan kualitas seni yang mereka pentaskan. Mereka mau melacurkan kualitas lakon yang dipentaskan karena mereka harus mengembalikan modal yang dulu mereka pakai untuk membiayai politik koin yang mereka lakukan.

Dewan Pelipur Rasa ini dipilih secara langsung oleh rakyat Hindia Londo. Menjadi anggota Dewan Pelipur Rasa adalah sebuah kebanggaan tersediri sehingga banyak yang menginginkannya. Ketatnya persaingan membuat mereka yang gila posisi rela melakukan apa saja. Termasuk membeli suara rakyat Hindia Londo.

Berdasarkan dugaan penghuni khayangan bahwa konyolnya kelakuan Dewan Pelipur Rasa ini berhubungan dengan proses rekrutmennya, maka sekarang prosesnya dirubah. Penghuni khayangan memutuskan bahwa cara menentukan anggota Dewan Pelipur Rasa yang awalnya dipilih sekarang akan diundi.

Pengundian akan menghilangkan kemungkinan suap menyuap dan politik koin yang sering terjadi. Jadi pengundian murni berdasarkan nasib baik calon anggota dewan yang terhormat ini. Penghuni khayangan berharap dengan tidak adanya politik koin maka anggota sanggar Dewan Pelipur Rasa tidak akan keluar uang banyak untuk menduduki posisi terhormat ini. Dengan matematika sederhana maka jika tidak keluar modal maka mereka tidak akan matre

Otak Nomor Dua, Karakter Nomor Satu

Sistem pengundian ini bukannya tanpa cela. Dengan sistem diundi ini maka akan ada kemungkinan negeri Hindia Londo mendapat anggota sanggar Dewan Pelipur Rasa yang tidak berkualitas. Karena bisa saja mereka tidak memiliki kecerdasan yang cukup, tapi nasibnya baik. Tapi itu tidak menjadi masalah karena rakyat negeri Hindia Londo sudah bosan dengan lakon mereka. Toh dengan sistem yang sekarang mereka juga tidak cerdas-cerdas amat. Dengan logika sederhana, jika mereka memang cerdas maka sudah pastilah negeri Hindia Londo ini sudah lebih maju daripada Korea Utara hehehe.

Persetan dengan kecerdasan anggota sanggar Dewan Pelipur Rasa, karena itu hanya menjadi faktor nomor dua. Yang lebih dipentingkan adalah keinginan mereka untuk membuat negeri Hindia Londo ini menjadi lebih baik. Tanpa perlu melakukan survey, saya berani mengatakan bahwa lebih banyak stok orang pintar daripada orang yang bertanggungjawab. Kalau sudah ada yang mengelola dengan bertanggungjawab maka orang pintar gampang didapat.

Saya teringat momen saya dengan salah satu atasan saya. Suatu saat saya datang kepadanya dengan membawa masalah. Walaupun akhirnya saya tetap dibantu tapi sebelum membantu saya, dia mengatakan hal yang akhirnya membuat saya mengubah persepsi tentang kecerdasan. Londo ini sambil tersenyum berucap “I normally hire people those are smarter than me, if I can do it by myself, I won't hire you” (Saya membayar orang-orang yang lebih pintar daripada saya, kalau saya bisa kerjakan sendiri maka saya tidak akan membayara anda). Jadi kecerdasan bukanlah segalanya, tapi yang lebih penting adalah bagaimana memakainya.

Akhir kata, rakyat Hindia Londo masih berharap pada sanggar Dewan Pelipur Rasa ini. Karena dipundak merekalah rasa rakyat negeri Hindia Londo digantungkan. Berharap akan adanya perbaikan, pemenuhan janji.

 

 

NB: Beberapa orang mengadukan para penuntut yang begitu keras terhadap sanggar Dewan Pelipur Rasa ini. Laporan ditujukan kepada Komisi Anak Negeri Hindia Londo karena pendemo ini memperlakukan anggota sanggar Dewan Pelipur Rasa dengan tidak sopan. Mereka berteriak dengan tidak sopan kepada anggota sanggar yang semuanya anak-anak TK. 

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.