Online Beda Dengan Jujur Entah darimana datangnya anggapan bahwa jika tes yang dilakukan secara online akan menjamin kemurnian hasil dari peserta tes. Ini adalah sepenggal kisah dari negeri Kuda Lumping yang merupakan sebuah negeri dengan otonomi khusus di Kerajaan Hindian Londo.

Saat ini negeri Kuda Lumping sedang melakukan rekrutmen massal untuk beberapa posisi di pemerintahannya. Karena banyak pegawai negeri yang menginjak usia pensiun, maka negeri Kuda Lumping menyiapkan generasi penerusnya untuk mengisi posisi yang kosong karena pensiunnya generasi lama.

Untuk keperluan ini maka sebuah website dibuat. Berisi laman-laman HTML yang siap memproses ratusan ribu atau bahkan jutaan pelamar di negeri Kuda Lumping. Ribuan spanduk dipasang di berbagai sudut kota yang berhubungan dengan proses ini. Intinya adalah kebanggaan pemerintah Kuda Lumping bahwa proses ini sangat transparan dan jujur. Kepercayaan diri berlebih ini muncul hanya karena prosesnya adalah online dan mendaftar lewat website yang telah dibuat oleh pemerintah Kuda Lumping.

Sebuah propaganda yang pintar, culas dan hemat. Beberapa blogger dari negeri Kuda Lumping yang sempat saya ajak bertukar pikiran pada tertawa dengan opini ini. Apa hubungannya antara online dengan jujur dan bersih serta transparan? Kalau transparan mungkin ya. Tapi ini hanya sebatas pengumuman yang mengumumkan bahwa ada lowongan untuk menjadi pegawai negeri di negeri Kuda Lumping. Tidak lebih! Transparan dari segi hasil? Emh... saya tidak yakin! Well agar tidak terlalu apatis mungkin sebaiknya kita tunggu sampai nanti pemerintah mau membagi hasil dari tes yang mereka selenggarakan.

Pembagian hasil tes ini juga tidak bisa sepenuhnya kita pecaya. Harus ada metode control tambahan yang harus diterapkan. Misalnya jawaban yang dibuat oleh peserta tes harus dikirim ke email peserta tes sebagai tanda terima yang disetujui oleh kedua belah pihak.

Tapi kalau ternyata ONLINE yang dimaksud adalah pelamar mengirim lamaran secara online via website atau email tapi tesnya tetap manual dan hasilnya diputuskan oleh manusia maka itulah propaganda pintar culas dan hemat yang saya maksudkan. Apalagi pembuat keputusan di negeri Kuda Lumping ini sudah terkenal suka bikin sensasi. Mirip seperti kasus simulator SIM Kuda Lumping dulu.