Saya tersenyum sendiri waktu membaca tulisan pada display picture (DP) salah seorang contact di Blackberry saya. Isinya adalah “Kerja Itu Cari Uang, Bukan Cari Muka”. Entah dia sedang kesal dengan orang dikantornya atau apa, yang jelas status ini pastilah cerminan kekesalannya. Karena dia bukan teman sekantor maka saya tidak bisa mengetahui secara pasti penyebab kekesalannya itu. Tapi pastinya berhubungan dengan inti dari tulisan yang ada di statusnya itu. Setelah tren memasang status di jejaring social seperti Facebook, sekarang status di display picture menjadi alternative untuk mengekspresikan pikiran penggunanya.

Lalu apa sih yang dimaksud dengan cari muka? Saya coba cari di google translate, ternyata cari muka itu diterjemahkan sebagai advance search. Nga nyambung banget. Ok terlepas dari apapun artinya pastinya cari muka itu bukanlah kegiatan positif, bahkan sampai mesin penerjemah google saja sampai bingung . Balik lagi ke bahasan awal, memang benar adanya bahwa kerja itu untuk cari uang, bukan cari muka. Tapi yang membuat ini sulit dipisahkan adalah bahwa dengan cari muka, kita bisa menghasilkan uang. Betulllll????!!!! Udah jangan membantah, anda semua pasti setuju bahwa cari muka bukan untuk mendapatkan muka, tapi untuk mendapatkan uang… wakakakak….

Demi untuk mendapatkan pengertian yang lebih baik, maka akhirnya SuryaErawan.com disingkat SE, bertanya kepada seorang ahli bahasa agar bisa memberi penjelasan yang lebih baik tentang hal ini. Professor Juice Bedoo (Jus Bedu) yang disingkat JB memberikan penjelasan ini ditengah jam istirahatnya mengajar di TK Harapan Hindia Londo.

SE           : “Pak Juice Bedoo, apa  sih yang dimaksud dengan cari muka?”

JB            : “Menurut saya pribadi (tanpa didukung dengan data penelitian), cari muka adalah suatu proses untuk menunjukkan sisi palsu dari diri kita”

SE:          : “Bisa tolong dijelaskan prof mengenai sisi palsu itu”

JB            : “Sisi palsu maksudnya bahwa ada unsur kepura-puraan dalam tindakan kita”

SE           : “Kalau begitu setiap orang yang berpura-pura artinya bisa dikategorikan cari muka dong Prof?”

JB            : “Oh tidak semua, maksud saya kepura-puraan yang mendatangkan keuntungan bagi pelakunya”

SE           : “Prof, kalau begitu para aktor/aktris itu sering cari muka ya?”

JB            : ”Oh bukan, itu namanya akting. Kenapa mengkategorikan mereka sebagai pencari muka?”

SE           : “Aktor/aktris khan sering berpura-pura dan mereka mendapatkan keuntungan karena melakukan kepura-puraan itu”

JB            : “Oh, itu beda karena halal. Sedangkan cari muka itu tidak mendapat sertifikat halal.

SE           : “ Baik Prof terimakasih atas waktunya”

JB            : “Serupa-serupa”

SE           : “Maksud Prof?”

JB            : “Maksud saya sama-sama”

Demikianlah hasil wawancara SuryaErawan.com dengan Professor Juice Bedoo yang terpaksa harus dihentikan karena dia sudah dijemput oleh pihak RSJ untuk melanjutkan proses terapi yang sudah mencapai 80%.

Dari penjelasan Professor Juice Bedoo diatas, maka kata kunci yang ditekankan oleh sang professor adalah adanya unsur haram dalam proses cari muka itu. Haram ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya adanya pihak yang dirugikan dalam proses cari muka ini. Haram juga bisa disebabkan oleh adanya kebohongan yang tidak merupakan bagian dari aktivitas akting. Lalu adanya penyerobotan atau klaim terhadap hasil dari tindakan yang tidak kita lakukan. Tingkat keharamannya akan bertambah kalau akhirnya menyebabkan semua orang berlomba-lomba untuk cari muka. Hal ini akan membahayakan kelangsungan sebuah organisasi karena anggotanya akan sibuk mencari muka, bukan mencari uang. Karena dengan meningkatnya permintaan terhadap muka, maka harga muka akan meningkat dan bisa membuat karyawan berdemo meminta kenaikan gaji untuk membeli muka. Nah kalau sudah begini khan susah.

Lalu apa sih contoh cari muka dalam kehidupan nyata? Apakah sekedar mengikuti dan melakukan instruksi atasan lantas dikategorikan sebagain cari muka? Tentu tidak. Ingat kata kunci yang diberikan olh Professor Juice Bedoo bahwa harus ada unsur haram didalamnya. Contohnya banyak, beberapa diantaranya adalah.

  1. Berpura-pura sibuk padahal tidak mengerjakan apapun agar disayang atasan
  2. Mengklaim hasil kerja orang lain
  3. Menjelek-jelekkan rekan kerja untuk mendapat keuntungan
  4. Mengambil pekerjaan yang bukan porsi kita tapi menelantarkan pekerjaan utama yang akhirnya menjadi beban untuk team kita.

Lalu hal-hal yang tidak dikategorikan sebagai cari muka adalah hal-hal yang merupakan kebalikan dari contoh diatas.

  1. Bersikap apa adanya. Ada ataupun tidak ada atasan.
  2. Melaporkan hasil pekerjaan kita apa adanya. Dalam artian bahwa kalau kita memang mampu, atasan yang normal pasti bisa menilai kinerja kita.
  3. Mengambil delegasi hanya dengan syarat bisa meng-handle pekerjaan utama dengan baik.

OK sekian dulu pembahasan mengenai advance search ini. Saya mau melihat Professor Juice Bedo dulu ke RSJ karena bukunya tertinggal waktu saya wawancara tadi.