Blog

Opini

High Tech Low Tech

Administrasi Aspal, Kabel dan Got

 

Saya tertawa sewaktu seorang teman dari Negeri Sapu Angin ingin pindah menjadi warga negara kita karena dia jengkel dengan pemerintahnya. Masalahnya sederhana, dia jengkel karena jalan aspal yang baru saja diperbaiki malah dibongkar lagi. Ini terjadi karena dibawah aspal yang baru selesai diperbaiki itu harus ditanam kabel telpon atau pembuatan saluran limbah. Dia berkesimpulan bahwa cara mereka mengurus negeri Sapu Angin pastilah mirip dengan cara mereka mengurus proyek aspal, got dan kabel telpon ini

Mengurus yang sederhana saja tidak bisa, bagaiman saya bisa percaya bahwa mereka bisa mengurus hal-hal yang lebih kompleks. Menyelaraskan  jadwal pengerjaan proyek pengaspalan dengan proyek galian kabel telpon dan juga pembuatan gorong-gorong saja tidak bisa, bagaimana saya bisa percaya bahwa mereka bisa mengurus negeri ini dengan baik. Itu adalah opini teman saya mengenai pemerintah negeri Sapu Angin di mana dia berasal. Kejengkelannya ini dituturkan kepada saya saat kami bertemu dalam alam mimpi.

Dengan penuh semangat dia mencontohkan bahwa belum setahun selesai sebuah jalan diaspal, maka hampir bisa dipastikan bahwa dalam selang beberapa bulan akan disusul oleh proyek instalasi kabel. Sebagai akibatnya maka aspal yang sudah mulus ini akan dibongkar lagi. Rakyat sebagai pemegang saham atas negeri Sapu Angin merasa sangat jengkel dengan ini.

Dari ini terlihat sekali bahwa pemerintah negeri Sapu Angin tidak merencanakan pengaspalan ini dengan baik. Saya mencoba memahami kegalauan teman saya yang berasal dari benua Atlantis ini. Dengan pemikiran sederhana, seharusnya ketiga hal ini bisa disinkronisasikan. Berdasar logika sederhana, seharusnya proyek penanaman kabel dan pembuatan saluran air dan sejenisnya harus dikerjakan lebih dahulu. Setelah pengerjaan kabel dan saluran-saluran itu selesai maka barulah jalannya diaspal.

Sah-sah saja jalan yang sudah diaspal itu dibongkar lagi demi penambahan fasilitas lain dimana pembongkaran adalah satu-satunya jalan. Apalagi penambahan fasilitas itu merupakan ciri dari pembangunan yang ujung-ujungnya membawa hal positif kepada kehidupan rakyat. Tapi kalau bongkar pasang itu terlalu sering dilakukan maka sang administrator menjadi terlihat BUUUOOODOOOH….. Pakai akal sehatlah sedikit (sedikit saka sudah cukup). Jangan sampai bongkar pasang ini dilakukan tiap tahun. Seperti tidak pakai otak saja bikin jadwalnya. Memangnya bongkar pasang itu tidak pakai biaya apa??

Diakhir perbincangan saya ditanya apakah hal yang sama terjadi di negara saya, dengan mantap saya jawab bahwa hal-hal sepele seperti ini tidak terjadi di negara saya. Saya terangkan bahwa administrator di negara saya adalah orang-orang pilihan. Menyesuiakan dan merencanakan pengaspalan, pemasangan kabel dan pembuatan saluran air/limbah adalah masalah sederhana di negara saya. Itu tidak memerlukan orang dengan IQ jenius untuk membuat jadwalnya dengan baik.

Teman saya terkagum-kagum dan mengatakan Indonesia memang hebat.

 

 

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.