Blog

Opini

High Tech Low Tech

Kumisi Pelaku Korupsi

 

Kemarin saya bersemedi dimalam yang gelap saat matahari bersinar dengan teriknya. Kebetulan saya sedang libur sehingga saya mengisi waktu dengan bersemedi. Lalu bertemu dengan seorang pertapa lain yang berasal dari negeri tetangga. Menurut pertapa tua itu, nama negerinya adalah Negeri Swasta. Disebut Negeri Swasta karena pemerintahannya dikelola oleh pihak Swasta.

Negeri Swasta ini berlokasi ditempat dimana benua Atlantis dulu berada. Tanahnya subur dan banyak mempunyai bahan tambang. Penduduknya berkulit sawo matang dengan rambut yang berwarna hitam. Matahari bersinar sepanjang tahun di Negeri Swasta ini. Sang pertapa menggambarkan Negeri Swasta ini sebagai tempat yang sangat indah sehingga saya tertarik untuk mengunjunginya. Lalu sang pertapa berbaik hati mengantar saya ke Negeri Swasta tempat dia berasal.

Pemerintahan Dikelola Pihak Swasta

Sesampainya di sana saya mendapat pengertian yang lebih baik kenapa negeri itu disebut Negeri Swasta. Memang benar pemerintahannya dikelola dengan model Swasta. Segala sesuatu dikelola dengan efisien dan sangat mengedepankan mutu. Pelaporan dibuat dengan sangat akurat dan terukur. Semua celah untuk terjadinya kebocoran diantisipasi dengan (mendekati) sempurna.

Para penyelenggara negara di Negeri Swasta ini juga bersikap sangat disiplin. Hal ini disebabkan karena memang ada evaluasi yang adil dan jujur terhadap performance mereka. Jika ada diantara mereka yang melanggar maka akan ada teguran sesuai dengan tingkat kesalahannya. Teguran lisan tercatat, teguran tertulis 1,2,3 dan pemutusan hubungan kerja.

Terikat Kontrak dan Denda

Para penyelenggara negara itu juga terikat kontrak mirip dengan pegawai Swasta di negara saya, Indonesia. Kontrak mereka ini biasanya mencakup hal-hal berhubungan dengan hak dan kewajiban. Termasuk jika si penyelenggara negara di Negeri Swasta itu tidak bisa menyelesaikan kontraknya untuk melayani negara. Dalam hal ini si penyelenggara negara harus membayar denda karena Negeri Swasta sudah mengeluarkan uang untuk membuat mereka pintar.

Dengan Alasan inilah maka jika penyelenggara negara di Negeri Swasta ini ingin berhenti maka mereka harus membayar kepada pemerintahnya.

Kumisi Pelaku Korupsi (KPK)

Dalam sehari waktu saya libur itu, pertapa itu telah menunjukkan hampir keseluruhan negerinya. Negeri Swasta yang elok yang sebenarnya mirip sekali dengan negeri saya Indonesia. Cuma bedanya di negeri Swasta ini tidak ada orang yang berkumis. Kumis di negeri Swasta ini adalah sesuatu yang bisa membuat orang malu. Kalau di negeri saya pelaku korupsi diberi jaket yang di desain khusus, maka di negeri Swasta ini para pelaku korupsi dikumisi. Jika koruptornya adalah laki-laki maka dia tidak diperbolehkan untuk mencukur kumisnya. Kalau koruptornya berjenis kelamin perempuan maka dia akan diberi suntikan hormon testoteron sehingga kumisnya tumbuh dan tidak diperbolehkan untuk mencukurnya. Orang-orang di Negeri Swasta malu kalau berkumis karena hanya pelaku korupsi yang berkumis. Ternyata dengan model administrasi negara yang seperti ini, pemerintah Negeri Swasta sukses memajukan negaranya. Jauh melebihi negeri saya tercinta. 

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.