Blog

Opini

High Tech Low Tech

Utophia Hindia Londo

 

Dalam suasana libur, pikiran nakal saya berkelana. Kenapa Hindia Londo yang dikenal sebagai tempat yang indah dan mempunyai potensi alam luar biasa tidak juga menjadi bangsa yang besar. Saat reformasi di Hindia Londo dikumandangkan, orang tua saya merasa takut karena trauma dengan suasana serupa dulu. Tapi saya malah sebaliknya, berjingkrak dengan optimisme membara. Walaupun sekarang saya merasa bahwa optimisme saya dulu mungkin terlalu berlebihan, tapi sampai sekarang saya masih menaruh keyakinan bahwa Hindia Londo akan (kembali) menjadi bangsa yang besar.

Ini mungkin adalah mimpi banyak orang termasuk saya. Saya berharap bahwa nanti bahasa Hindia Londo akan dipelajari oleh negara-negara lain dan menjadi bahwa wajib yang diajarkan di sekolah-sekolah bangsa lain. Saya berharap bahwa nanti kalau kita akan ada staff khusus yang bisa berbicara dengan bahasa Hindia Londo di hotel-hotel berbintang dunia. Semoga korupsi bukan lagi menjadi jualan nomor satu lagi di negeri ini.

Sambil mengantuk saya menemukan sedikit jawaban kenapa Hindia Londo masih saja seperti bangsa yang belum merdeka. Jawaban itu adalah adalah dua kata yang bernama “siklus berulang”. Kenapa siklus berulang? Karena hal inilah yang terjadi sekarang di Hindia Londo. Jangan tanya saya dasar teori yang membuat saya yakin karena saya bukan lulusan hukum. Tapi semua pasti setuju dengan argumen saya.

Pada era orang tua saya, para mahasiswa dengan gagah perkasa menggulingkan pemerintahan yang ada pada waktu itu. Waktu berlalu, banyak dari mereka sudah berada di dalam sistem yang mereka runtuhkan dulu. Coba tebak, mereka akhirnya melakukan kebusukan yang sama. Lalu para mahasiswa di jaman saya mendobraknya. Melakukan hal yang tidak kalah heroik dengan pendahulunya. Pemerintahan kembali menyerah kepada para pemuda ini. Siklus berulang, beberapa dari mereka sudah berada di dalam sistem yang mereka runtuhkan. Dan secara komplit, siklus berulang karena sekarang mereka juga melakukan semua kebusukan yang sama.

Satu yang menggelitik dalam pikiran saya, adakah diantara para mahasiswa yang ikut menggulingkan pemerintahan itu adalah anak dari pejabat yang mereka gulingkan? Ups.. jangan berpikir sesuatu yang heroik dulu. Nalar nakal saya sedang berpikir yang lain. Jika ternyata ada dari para mahasiswa itu adalah anak dari pejabat Hindia Londo yang digulingkan maka pastilah segala macam demo dan kerusuhan itu adalah palsu adanya. Pastilah semua sudah direkayasa dan hanya sandiwara. (Boleh kan berimajinasi, yang diatas juga ngga serius-serius amat ngurusin negeri Hindia Londo ini heheheheh) 

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.