Blog

Opini

High Tech Low Tech

Efek Positif Tempat Penitipan Anak

Awal Juli 2010 yang lalu Aya putri saya saya titipkan di tempat penitipan anak. Pada awalnya alasan yang mendasari adalah kesulitan untuk membagi waktu untuk menjaganya karena saya dan istri sama-sama bekerja dan kami hanya tinggal bertiga. Pernah terpikir untuk mengajak pengasuh tapi kami merasa kurang nyaman dengan pilihan itu karena nantinya putri kami hanya berdua dengan pengasuhnya. Ada sedikit kekhawatiran karena kami tidak akan bisa mengontrol perlakuan sang pengasuh. Mungkin opsi ini akan tidak bermasalah jika ini diterapkan untuk anak yang sudah bisa berkomunikasi (4 tahun keatas) karena kami bisa saja menanyakan kepada anak apa-apa saja yang diajarkan atau dilakukan oleh pengasuhnya.

Pada waktu itu usianya sudah 10 bulan. Selama 10 bulan pertama itu, saya bisa dengan lancar membagi waktu. Istri saya seorang guru dengan jam kerja yang sudah pasti, oleh karena itu saya minta ke atasan saya agar saya bisa bekerja pada shift sore sehingga bisa menjaga anak saya pada pagi-siang harinya sebelum istri pulang dari sekolah. Kemudian ada kesempatan promosi di tempat saya bekerja yang membuat saya tidak memungkinkan untuk bekerja sore secara terus menerus. Inilah hal yang mendasari kami untuk mencari pilihan lain untuk pengasuh putri kami.

Setelah berdiskusi dengan beberapa teman, opsi untuk membiarkannya dengan pengasuh dirumah akhirnya kami abaikan. Ada salah satu cerita teman saya yang mengatakan bahwa anak tetangganya diberi obat tidur oleh pengasuhnya agar dia bisa bekerja dengan santai. Tentunya tidak semua pengasuh anak berbuat seperti itu tapi akhirnya pilihan itu kami sisihkan. Atas usulan saudara saya, akhirnya kami memilih opsi untuk menitipkan di tempat penitipan anak. Pilihan itu makin yakin unutk kami ambil karena kebetulan saudara saya yang seorang guru itu juga memberi pelajaran tambahan pada yayasan yang pemiliknya sama dengan tempat penitipan anak itu. Sebelum memutuskan disana, kami juga melakukan survey lokasi ke beberapa TPA yang lain. Akhirnya tempat yang direkomendasikan oleh saudara saya itu yang kami pilih karena tempatnya nyaman, bersih dan paling resmi diantara pilihan yang lain. Secara lokasi memang kurang bersahabat karena kami harus berkendara selama 20-25 menit untuk kesana. Tapi hal itu tidak menjadi masalah dibandingkan dengan benefit-benefit yang lainnya.

Pada masa awal menitip anak, saya dan istri merasa sangat sedih karena setiap kami tinggal pasti dia akan menangis karena pada usia 10 bulan itu putri kami sudah bisa membedakan antara orang tuanya dan orang asing. Tapi hal ni berubah setelah sekitar lewat satu bulan. Kami benar-benar merasakan perubahan posisif pada putri kami.

1.Mental Lebih Baik

Pada awalnya setiap putri kami diajak ke lingkungan baru, dia cenderung menangis karena melihat banyak orang asing disekitarnya. Di penitipan dia bertemu dengan banyak teman sebaya dan juga beberapapengasuh yang berbeda (4-5) sehingga putri kami terbiasa bertemu dengan orang selain bapak dan ibunya.

2.Makan Lebih Banyak

Sama seperti saya dulu (kata orang tua) anak saya cenderung susah makan. Setelah di titip, volume makannya meningkat drastis. Mungkin karena pada saat jam makan anak-anak akan makan beramai-ramai yang menimbulkan suasana ceria diantara mereka. Hal ini secara tidak langsung berpengaruh kepada selera makannya secara umum.

3.Bisa Berbagi dengan Teman yang Lain

Karena sejak dari bayi putri kami memang jarang berinteraksi dengan teman sebayanya, maka dia cenderung posesif. Hal ini nampak saat dia bertemu dengan sepupunya yang sebaya. Dia sama sekali tidak mau berbagi mainan dengan sepupunya itu. Tapi sekarang situasinya sudah berubah. Sekali lagi kondisi TPA yang membuat putri kami bisa berinteraksi dengan banyak orang membuat dia terbiasa untuk berbagi. Sungguh menyenangkan melihat dia bisa berbagi dengan teman-temannya yang lain.

Sekarang ini anak saya sudah tidak dititipkan lagi karena ada neneknya yang sudah pensiun yang menjaganya dirumah. Minggu lalu saya bertemu dengan saudara saya itu, dia menginformasikan bahwa tempat penitipan anak yang dulu kami pakai akan ditutup pada bulan Juni depan. Alasannya karena masa kontraknya sudah berakhir. Nasib para pengasuhnya juga belum pasti, mudah-mudahan mereka bisa tetap merawat dan mengasuh anak-anak lainnya yang menurut saya mereka lakukan dengan sepenuh hati.

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.