Blog

Opini

High Tech Low Tech

Aya Yang Mulai Bisa Marah

Dalam seminggu belakangan ini Aya terasa lebih emosional daripada biasanya. Lebih emosional dalam artian mengekspresikan dan melampiaskan kekesalannya. Ada dua kali kejadian yang terlihat membuat Aya begitu temperamental. Sebuah sifat yang kami tidak temui sebelumnya.

1.         Pas waktu ulang tahun Jide, Kakiang minta dijemput dari Tampaksiring  untuk diantar ke Denpasar. Seperti biasa Aya pasti tidak mau ditinggal oleh Jide tapi yang berbeda adalah cara Aya dalam memperlihatkan bahwa Aya tidak terima dengan hal ini. Kalau biasanya Aya hanya menangis kalau ditinggal oleh Jide, tapi sekarang dia malah berbicara sendiri dengan kata-kata yang menunjukkan rasa marahnya.

“Ta pukul dia sekarang, ta pukul dia sekarang”. Itulah kata-kata yang Aya ucapkan, plus ekspresi wajahnya yang marah. Tidak hanya itu, nafasnya juga memburu yang menunjukan secara emosional Aya sangat terpengaruh dengan keadaan itu. Dengan bersemangat Aya berlari keluar berusaha mengejar Jide sambil mengatakan akan memukul Jide-nya. Istri saya melihat dan memperhatikan hal itu dan berusaha menenangkan, tapi Aya masih sangat terpengaruh dengan keadaan yang membuatnya marah ini.

2.         Kejadian kedua adalah saat Aya memukul saya dengan handphone milik ibunya, tiga hari setelah kejadian yang pertama. Bukan sekedar memukul tapi memukul dengan keras. Ini terjadi waktu saya berbincang-bincang dengan istri saya dan volume suara kami yang keras malah membuat Aya tidak bisa mendengarkan suara iklan favoritnya di TV. Sekali lagi dengan emosional Aya memarahi kami lalu mengambil handphone ibunya dan memukulkan ke kaki saya. Pukulan yang keras dan membuat saya secara reflek mengaduh dengan keras.  Pada kejadian kedua ini kami memarahi Aya dan sama sekali tidak mau menemaninya sampai akhirnya Aya mau meminta maaf atas aksinya memukul saya.

Mungkin ini adalah fase dari perkembangan kejiwaanya tapi tetap saja agak mengejutkan karena kami tidak pernah memberikan contoh dalam perbuatan tentang hal ini. Dalam artian kami sama sekali tidak pernah memberikan contoh dengan memukul Aya ataupun salah satu dari kami saling memukul.

Tapi setelah dipikir-pikir, selain karena memang bagian dari perkembangan psikologis anak-anak hal ini juga mungkin disebabkan oleh pengaruh TV. Aya tidak banyak menonton TV tapi ada momen dimana Aya juga ikut menonton TV yang kami tonton. Atau mungkin juga karena pengaruh pergaulannya di playgroup dimana mungkin saja Aya pernah melihat anak-anak saling pukul.

Well apapun penyebabnya, sekarang adalah kewajiban kami sebagai orang tua untuk memberi pengertian bahwa hal ini tidak bagus. Memberikan pengertian bahwa aksinya yang suka memukul bisa berakibat tidak bagus untuk dirinya sendiri dan juga orang lain. Dalam waktu yang bersamaan, berusaha agar memberikan contoh yang baik dengan tidak melakukan hal yang sama. Karena seperti kita semua tahu, anak-anak adalah peniru yang luar biasa.

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.