Blog

Opini

High Tech Low Tech

Tantangan Menjadi Netral

 

Dalam interaksi keseharian kita, pastinya pernah menjumpai pertentangan antar beberapa pihak. Baik itu yang terjadi dalam kehidupan sosial dimasyarakat, keluarga besar atau bisa jadi di tempat kita bekerja. Jika memang tidak melibatkan kita, maka sebaikanya memang jangan melibatkan diri. Selain bisa menguras emosi, sebaiknya energi yang kita pakai disalurkan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat.

Ada kalanya dalam pertentangan yang tidak melibatkan kita secara langsung itu malah juga menyeret kita secara tidak langsung. Misalnya yang berselisih paham adalah dua orang sahabat baik kita. Nah kalau sudah begini maka suka tidak suka akhirnya kita akan terlibat walaupun secara tidak langsung.

Dalam skenario dimana yang berselisih adalah dua orang sahabat baik kita maka jika memungkinkan kita sebaiknya menjadi penengah untuk memecah kebuntuan komunikasi antara mereka. Namun jika segala usaha sudah mentok untuk mendamaikan mereka maka saat inilah tantangan untuk menjadi netral itu dimulai. Walaupun mungkin saja kita bisa menilai bahwa salah satu pihak memang berbuat salah, tapi jika keduanya adalah sahabat baik pastinya susah bagi kita untuk membela secara langsung. Saat seperti inilah kita dituntut untuk menjadi netral. Saat yang sama kita juga harus siap menghadapi tantangan atas pilihan kita.

  1. Dianggap Bermuka Dua

Dalam sebuah periode pertikaian yang terjadi antar sahabat kita, pasti akan ada momen dimana mereka menceritakan tentang permasalahan yang terjadi. Kalau kita memang mau netral maka dengarkan cerita mereka dan beri input positif terhadap situasi yang terjadi. Jangan memanas-manasi dan sampaikan bahwa apa yang kita katakan kepadanya adalah hal yang sama juga yang kita katakan kepada sahabat yang satunya. Dengan ini pasti bisa menghindarkan kita dari tuduhan bermuka dua.

  1. Menjadi Blok Ke-tiga

Alih-alih menjadi netral, kadang akhirnya kita menjadi blok yang ke-tiga alias blok tambahan. Ini bisa terjadi kalau kedua belah pihak yang berselisih ingin menarik kita ke pihaknya. Namun karena kita memilih bersikap netral dan tidak mau ikut ke salah satunya malah kita jadi dimusuhi keduanya. Cuapek deh...

  1. Kehilangan Kedua Sahabat

Ini adalah resiko paling parah yang harus dihadapi. Secara matematis hal ini bisa diakali dengan ikut memihak kepada saalah satu dari mereka. Maksud saya dengan ini maka kita cuma kehilangan satu sahabat. Tapi kalau saya saya akan tetap memilih kehilangan keduanya. Karena setelah usaha kita menjadi netral dan memperbaiki hubungan mereka malah mereka memusuhi kita maka itu artinya mereka tidak layak menjadi sahabat saya. Mereka kurang pintar untuk menjadi sahabat saya hehehehe. 

Memang tidak semua maksud baik akan mendapat respon yang baik. Dan tidak ada jaminan juga sebuah maksud baik mendapat hasil yang baik. Namun biasanya waktu akan bisa membuktikan konsistensi seseorang apakah secara umum kita cenderung netral atau cenderung bermuka dua

 

SALAM NETRAL.. (Tidak Mudah Tapi Masih Mungkin Dilakukan)

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.