Terlepas dari berbagai pujian terhadap pariwisata  yang berhasil mendongkrak perekonomian Bali, secara tidak sadar pariwisata sekarang juga secara perlahan mengkanibal dirinya sendiri. Kanibalisme adalah definisi untuk mahkluk yang memakan makhluk dalam spesies yang sama. Dalam hal ini pariwisata mengkanibal alias memakan bagian tubuhnya sendiri yaitu pertanian. Pertanian adalah salah satu komponen yang membesarkan pariwisata di Bali.  

Aset Kebudayaan 

Salah satu alasan utama turis berkunjung ke Bali adalah keunikan budaya yang tumbuh dan berkembang di dalamnya. Kalau urusan tempat hiburan, saya yakin di negara lain seperti Eropa dan Amerika mempunyai tempat hiburan yang lebih menarik. 

Jadi para turis itu bukan datang karena fasilitas fisik semata, tapi datang untuk memenuhi rasa penasaran mereka terhadap pesona budaya Bali. 

Subak

Pembangungan fasilitas akomodasi (penginapan) dalam berbagai kategori ternyata menggerus lahan pertanian produktif. Mengurangi lahan persawahan adalah tindakan bunuh diri bagi pariwisata Bali. Berkurangnya lahan pertanian otomatis mengurangi peran subak. Subak hilang maka salah satu komponen keunikan budaya Bali juga menghilang. 

Pemandangan 

Selain budaya, pesona alam juga merupakan salah satu atraksi yang membuat turis datang ke Bali. Pemandangan alam memang bukan jualan utama pulau Bali, tapi pemandangan alam adalah komponen terpenting kedua setelah budaya. Pemandangan alam Bali tidak memberikan sesuatu liar seperti Afrika. Tidak juga megah seperti Amerika. Bali yang kecil menawarkan sesuatu yang unik lewat terasering sawahnya yang khas. Kalau sawah terus menerus dirubah menjadi hotel, villa dan sejenisnya maka Bali akan kehilangan salah satu pesonanya. 

Kebudayaan adalah komponen utama jualan pariwisata Bali. Akar budaya Bali adalah agraris. Bicara budaya agraris adalah bicara tentang sawah. Kalau sawahnya sudah tidak ada maka bagaimana kita bisa mempromosikan kalau budaya agraris Bali itu unik. Inilah alasan kenapa sawah sebagai komponen budaya agraris harus dipertahankan. 

Kalau pariwisata terus menerus menggerogoti dirinya sendiri dengan mencaplok lawan persawahan untuk menjadi sarana akomodasi maka kiss good bye untuk pariwisata Bali. 

Adakah yang peduli (benar-benar peduli) dengan hal ini???!!!