Blog

Opini

High Tech Low Tech

Kampus Bukan Asuransi

 

Tahun ajaran baru sudah dekat, iklan sekolah pun mulai marak. Koran, TV dan radio banyak menayangkan iklan yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Pendidikan telah menjadi industri dengan perputaran modal yang signifikan. Iklan-iklan dunia pendidikan ini lumayan menggelitik saya karena aromanya memang semakin meyakinkan bahwa pendidikan adalah industri yang menjanjikan. Dalam iklan-iklan itu, terutama kampus rata-rata memberikan jaminan kerja untuk lulusannya.  

Memang mendapatkan jaminan akan masa depan merupakan sesuatu yang menyenangkan. Jaminan adalah kata kunci yang dipakai untuk beriklan oleh banyak institusi pendidikan di negara kita. Siapa yang tidak tersentuh jika masa depan anak-anaknya dijamin. Padahal sejatinya tidak ada yang bisa menjamin masa depan seseorang. Untuk saya pribadi, penciptaan opini bahwa sebuah institusi bisa menjamin masa depan seseorang adalah hal yang konyol dan kurang elegan.

Seharusnya opini yang dibentuk adalah institusi pendidikan merupakan tempat penggemblengan mental anak didiknya. Bukan sebuah program asuransi di mana kita tinggal membayar preminya maka masa depan kita akan terjamin. Mental untuk maju dan bertanggungjawab adalah hal yang harus ditanamkan. Keseimbangan antara penanaman kemampuan akademis dan non akademis menjadi sangat penting. Ini penting karena keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuannya secara akademis. Tapi juga sangat dipengaruhi oleh kemampuannya mengelola hubungan sosialnya.

Dalam tingkatan sebagai mahasiswa, hubungan sosial akan sangat menentukan keberhasilan kita menempuh tingkat berikutnya alias dunia kerja. Baik jika kita bekerja pada orang atau membuka usaha sendiri alias berbisnis. Pada masa awal lepas dari dunia kampus, dengan hubungan yang baik maka akan banyak sumber (teman) yang memberitahu informasi tentang lowongan pekerjaan. Pada masa berikutnya maka mereka adalah lingkaran profesional yang bisa diajak bertukar pikiran tentang dunia yang kita geluti. Jika pilihan berikutnya adalah berbisnis maka hubungan sosial yang baik tentunya akan melancarkan segala urusan bisnis yang dilakukan.

Sekali lagi anggapan bahwa sekolah, kampus dan semua institusi pendidikan yang ada seolah dijalankan seperti layakanya sebuah usaha arusansi seharusnya dirubah. Kita harus mengedepankan proses yang berjalan pada instutusi itu. Karena proses pendidikan inilah yang sebenarnya menentukan hasilnya, bukan sebaliknya. 

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.