Setelah ta pikir-pikir ternyata bangsa Indonesia tercinta ini memang senang onani. Kenapa saya saya tidak mengatakan hobi tapi memilih kata senang, karena hobi itu sendiri berarti melakukan kegiatan pada waktu senggang. Sedangkan bangsa kita ini dalam beronani sudah bukan pada taraf hobi lagi tapi sudah berada dalam kadar kecanduan. Kenapa saya berani mengatakan bahwa bangsa kita sudah kecanduan, karena pemerintahnya sendiri sudah lama beronani dan DPR yang bertugas mengontrol pemerintah juga asyik bermasturbasi sehingga rakyat dan bangsa Indonesia kian lama kian muak karena tebaran bau spermatozoid dan bau ovum yang kian menyengat.

Memuaskan Diri Sendiri

Kegiatan onani yang dilakukan oleh pemerintah dan DPR kita merujuk kepada sifat-sifat mereka yang senang memuaskan diri sendiri. Yang penting mereka senang dulu, urusan rakyat menjadi prioritas nomer kesekian. Makin maraknya kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang adalah bukti nyata ketidakpedulian pemerintah dan DPR kita terhadap kepuasan rakyatnya. Yang mereka pikirkan adalah orgasme untuk dirinya sendiri. 

Kegiatan onani yang memang mengasyikan benar-benar membuat mereka lupa diri sampai-sampai urat malunya (mungkin ada hubungan dengan urat kemaluan) benar-benar sudah putus. Salah satu mastrubator hebat yang sudah dikenal khalayak adalah Gayus Tambunan. Banyak yang bilang dia hanya pion yang kebetulan tertangkap dimana masih mungkin ada raja yang berperan lebih besar. Kemudian disusul oleh Dhana yang juga sama fantastisnya. (Hei bangsat… ada bagian pembayaran pajak saya yang kalian kibuli!!!!).

Para mastrubator lain yang juga melupakan dan mengorbankan kepuasan rakyat Indonesia adalah para koruptor anggaran negara dan penerima suap yang pada dasarnya mengkhianati kepercayaan rakyatnya. Hebatnya ada diantara mereka yang melakukan korupsi masal sehingga hampir semua anggota DPRD (saya lupa dimana) akhirnya masuk bui. Mungkin para anggota dewan yang teerhormat itu terinspirasi oleh cerita tentang mastrubasi masal yang akhirnya mereka implementasikan dengan cara korupsi berjamaah.

Implementasi lain dari masturbasi oleh lembaga Negara lainnya adalah ringannya hukuman untuk para koruptor yang diputus oleh yang Mulia Hakim-Hakim negeri kita. Saya tidak ahli dalam urusan hukum tapi kalau berkaca kepada China, maka hukuman untuk para koruptor dinegeri kita termasuk ringan. Bandingkan dengan hukuman mati yang diberikan oleh hakim-hakim di China jika ketahuan korupsi. Dilain pihak aparat kita dengan penuh semangat menghukum berat para kriminal kecil yang mencuri karena perut lapar. Pencuri ayam, pencuri sandal, pencuri pisang, pencuri alpukat semuanya mendapat hukuman maksimal alias hukuman paling berat yang dimungkinkan oleh pasal yang dikenakan. Sedangkan kalau terdakwanya adalah penjahat berdasi maka hukumannya pastilah yang paling ringan dari pasal yang didakwakan.

Tetap Optimis

Walaupun tulisan ini saya buat berdasarkan rasa frustasi saya terhadap kondisi yang terjadi sekarang, namun saya pribadi masih tetap optimis bahwa akan ada perubahan ke arah yang lebih baik. Dulu saja pada tahun 1998 (waktu itu saya masih SMU) saya tidak pernah berpikir bahwa akan ada suatu masa dimana kita bisa menulis dan mengemukakan pendapat dengan bebas seperti sekarang ini. Tapi sebagai orang yang yang berada diluar lingkaran sistem yang tidak memungkinkan melakukan perubahan frontal, saya hanya bisa berpartisipasi dengan menyumpahi para mastrubator bangsa kita agar mereka merasakan ngilu yang luar biasa sehingga menghentikan kegiatan mereka ini.

Tetap optimis bahwa dalam beberapa tahun kedepan aka nada perubahan frontal yang akan membawa Indonesia yang katanya bangsa yang hebat ini ke level yang lebih baik… (kalau tidak begitu kasihan dong generasi penerus dan anak cucu kita!!!) Selamat Bermasturbasi untuk kaum yang merayakannya!!!!