Blog

Opini

High Tech Low Tech

Hacker Abal-Abal

 

Saya pernah berada di masa saya sangat tertarik dengan dunia maya terutama aktivitas hacking. Waktu itu saya merasa bahwa para hacker adalah sosok yang keren. Banyak buku yang saya beli dan berbagai tutorial juga saya unduh dari internet. Walaupun sekitar tahun 2000 akses internet secara umum masih sangat lambat. Masa di mana broadband internet masih sangat langka dan otomatis juga mahal. Hal yang mengasyikan untuk saya pribadi.

Waktu itu saya menggolongkan diri ke dalam aliran putih karena melakukannya untuk memenuhi rasa ingin tahu saja tanpa merugikan orang. Hanya mencapai level paling dasar, sebatas mengetahui (mencuri) password, mengakses email orang dan sebangsanya. Tapi saya tidak bermaksud membahas kegiatan hacking itu karena sebenarnya saya adalah hacker gagal alias hacker gadungan.  Saya mau membahas salah satu prinsip dasar kegiatan hacking yang sebenarnya berlaku di mana saja.

Ada petuah di dunia hacking yang mengatakan bahwa jika ingin mengakses (menguasai dan menghancurkan) sebuah jaringan maka fokuslah untuk menyerang titik terlemahnya (abaikan titik terkuatnya). Setelah saya pikir-pikir ternyata hal bukan hanya berlaku di dunia kabel tapi juga di dunia daging berotak.

Konon dalam hacking, semua kelemahan itu harus diidentifikasikan. Kalau keamanan sebuah jaringan memang kuat maka carilah titik lemah yang lain. Misalnya kebiasaan para pemakai jaringan yang bisa dimanfaatkan untuk masuk dan menguasainya. Walaupun antivirus paling update terpasang atau firewall paling yahud terinstall tapi kalau pemakainya teledor maka tetap saja bisa diterobos. Bahasa sederhananya adalah memanfaatkan keteledoran pengguna jaringan itu. Pemakai jaringan itu adalah manusia yang pastinya berbeda tingkat ketelitian, pengetahuan dan kehati-hatiannya. Saat seorang hacker bisa memanfaatkan keteledoran ini, pasti akan ada kesempatan.

Oke balik ke dunia nyata sekarang. Dalam interaksi kehidupan sehari-hari hal ini juga bisa dimanfaatkan. Untuk memprovokasi sebuah jaringan yang terdiri dari manusia (organisasi, parpol, perusahaan bahkan Negara sekalipun atau apapun yang terdiri dari daging yang berotak dan berperasaan) maka carilah bagian terlemah dari penyusunnya. Carilah manusia dengan kebiasaan, karakter atau sifat yang paling bisa dikerjai. Misalnya orang yang mempunyai karakter paling cepat marah, paling cepat sedih, paling cepat terharu atau paling gampang dibohongi maka niscaya kegiatan hacking di dunia nyata akan berhasil.

Yang paling gampang adalah yang paling cepat naik pitam. Saat naik pitam orang cenderung gampang terprovokasi, lupa untuk cross check dan membuat keputusan yang sembarang. Selain itu yang bisa dimanfaatkan adalah orang yang gampang dibohongi. Orang yang gampang dibohongi adalah mereka yang pengetahuannya terbatas. Tidak bisa membedakan hal yang benar dan salah. Memang bukan salah mereka untuk menjadi bodoh tapi para hacker (provokator) tidak perduli dengan itu huahahaha.

Maaf saya tidak menganjurkan untuk menjadi provokator dunia nyata. Cuma sekedar mengingatkan diri saya sendiri untuk tidak menjadi titik terlemah dari sebuah sistem. Mengingatkan bahwa para hacker di dunia nyata banyak sekali yang bergerak dengan agendanya masing-masing. Sedihnya lagi banyak dari mereka adalah hacker hitam.

Jadi stop menjadi titik terlemah dari sebuah sistem (organisasi) Telaah setiap arus data (informasi) yang masuk. Lindungi diri dengan antivirus yang bagus berupa pengetahuan untuk membedakan mana yang informasi yang salah dan mana yang benar. Kalau di dunia kabel, antivirus dengan definisi yang update  akan bisa mengidentifikasikan program jahat dan program yang berguna. Yang tidak kalah penting adalah pasang juga firewall yang bagus sehingga semua data yang keluar bisa dikontrol dan keluar dengan seijin kita sebagai user. Dalam dunia nyata ini mungkin sepadan dengan mengontrol kata-kata dan atau mengontrol keputusan-keputusan yang bisa berakibat menghancurkan sistem di mana kita berada.

NB. Saya sudah lama tidak pasang antivirus karena hobby saya adalah install ulang :)

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.