Blog

Opini

High Tech Low Tech

Organisasi Atau Grombolan(?)

 

Dalam sebuah organisasi pastilah ada struktur yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri. Struktur ini diisi oleh orang-orang yang berkompeten dibidangnya. Tergantung besar kecilnya skala organisasi, jumlah orang-orang yang mengisi bervariasi sesuai keperluanya. Satu yang pasti, organisasi dibentuk dengan tujuan yang pasti. Entah itu adalah perusahaan, organisasi pemuda, nirlaba dan sebagainya. Mereka pasti punya tujuan tertentu yang ingin dicapai.

Ada aturan yang mengikat para anggota yang harus dipatuhi. Ada juga hirearki atau urutan tanggungjawab dan wewenang yang harus diikuti. Inilah yang membedakan sebuah organisasi dengan grombolan atau milisi. Dalam grombolan, semua orang mempunyai hak menentukan sikap yang tidak harus tunduk terhadap aturan hirearki seperti layaknya dalam sebuah organisasi.

Saya teringat dengan film yang dibintangi Mel Gibson yang berjudul Patriot. Ada sebuah adegan dimana milisi yang berperang melawan penjajah harus menentukan sikap. Dalam kondisi mental yang lemah, mereka harus memilih apakah akan melanjutkan perang atau pulang. Semua anggota milisi diberikan kebebasan untuk menentukan sikap dimana tidak aka nada sanksi yang menyertai atas pilihan yang mereka buat. Bahkan seandainya pilihan mereka bertolak belakang dengan pilihan “pemimpin” milisi tersebut.

Hak menentukan sikap yang sedemikian bebas tentunya tidak akan ditemui dalam sebuah organisasi formal.  Bayangkan jika hal itu ada dalam sebuah organisasi formal, maka amburadullah organisasi itu. Bayangkan jika hirearki diabaikan dengan begitu ekstrim maka bisa dipastikan organisasi itu akan menjadi kalang kabut. Setidaknya akan terjadi “kesurupan” masal karena anggotanya kehilangan tempat berpijak.

Lalu model manakah yang akan lebih sukses? Gerombolan atau organisasi? Dari fakta yang ada, pasti kita akan menjawab dengan yakin bahwa yang lebih sukses adalah model organisasi formal. Dimana tanggung jawab dan wewenang ditentukan dengan jelas. Lalu apakah grombolan pasti akan tidak sukses? Belum tentu juga. Karena kadang dalam sebuah grombolan, semangat kebersamaan memberikan energi yang luar biasa sebagai modal untuk mencapai tujuan.

Nah, saya dengan nalar yang kurang sehat ingin mengajukan sebuah model baru yang saya rasa lebih efektif. Model baru itu adalah “Organisasi Grombolan” hehehe. Perkumpulan yang diformalkan sebagai sebuah organisasi tapi dengan semangat membara seperti layaknya sebuah grombolan. Eits… jangan salah, kondisi inilah yang membuat Fidel Castro dan Ernesto Guevara bisa menguasai Kuba. Sebuah negara (Kuba) takluk oleh 80 orang tentara dengan semangat luar biasa yang diorganisir dengan sangat baik melebihi organisasi militer dinegara manapun.

Tapi jangan dibalik ya tuan dan nyonya, kalo dibalik maka hasilnya terbalik juga lho…

 

Thank you to Mr. Li for the great talk we had which inspires me to write this. 

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.