Blog

Opini

High Tech Low Tech

Pendekatan Yang Salah

 

Pada akhir tahun ajaran lalu saya pergi ke sebuah tempat pengetikan untuk mencetak soal-soal milik mantan saya. Soal tes yang akan diberikan kepada muridnya. Saya datang dengan membawa Flash Disk dan langung disapa oleh penjaga tempat pengetikan komputer itu. Seperti biasa dia memindai flash disk saya untuk memastikan tidak ada virus didalamnya. 

 

Tiba-tiba dia tertawa sendiri sambil memandangi layar komputernya. Saya terkejut, jangan-jangan ada yang salah dengan isi flash disk saya. Tapi setelah saya lihat semuanya baik-baik saja. Karena dia tertawa seperti itu, lalu saya tanya “Kenapa Pak?”. Dia menjawab “Pak masih pake flash disk ukuran segini?” Ternyata yang membuatnya tertawa adalah kapasitas flash disk saya yang hanya 128 MB. Lalu dia melanjutkan pembicaraan dengan menawarkan flash disk dengan kapasitas yang jauh lebih besar. “Sekarang jamannya flash disk 8 GB Pak” Ini saya ada jual, murah lagi.

Tiba-tiba darah saya naik ke ubun-ubun. Mengingat caranya tertawa benar-benar melecehkan flash disk saya. Dialog berlanjut

Saya                       : “Flash disk ini saya beli tahun 2005 Pak, waktu kapasitas paling besar 256 MB, jadi ini sudah kapasitas nomor dua terbesar. Jaman itu Pak mungkin masih pake floopy disk yang punya kapasitas 3 MB saja”

Penunggu           : “Tapi sekarang khan jamannya yang ini Pak”

Saya                       : “ Makasi Pak, tapi saya cuma perlu yang kecil saja”

Penunggu           : “Kalo ini khan bisa dipakai untuk menyimpan banyak foto Pak”

Saya                       : “Iya Pak, tapi saya belum perlu” tersenyum jengkel dan memilih tidak melanjutkan pembicaraan tidak penting itu.

Sebenarnya dalam hati saya merasa sangat jengkel. Padahal dia bermaksud untuk menjual tapi pendekatannya salah. Ingin saya jelaskan bahwa sekarang itu jamannya cloud computing he he he he. Saya lebih banyak memakai Google Drive daripada Flash Drive. Saya juga tidak memakai Flash Drive ukuran 8 Giga untuk menyimpan foto, tapi “Cuma” dalam external hard drive dengan kapasitas 1 Terrabyte plus di ­back up ­di Google Picasa dan juga Flickr.

Dari caranya dia mengejek saya pastinya dia tidak akan paham apa yang saya mau “muntahkan”. Karena itulah saya memilih diam saja dan menyimpan semua rencana saya yang arogan. Saya lebih memilih untuk menulisnya sehingga masih bisa direview sebelum diputuskan apakah akan diposting d blog ini atau tidak. Tapi kalau saya langsung semprot Bapak 8 giga itu pastinya saya akan menambah 1 musuh lagi. Menguras energy saya lagi. Mungkin energy yang lebih besar dari yang saya pakai untuk menahan rasa jengkel saya karena flash disk 128 MB yang dia ejek.

 

PS: Please enjoy your 8 GB flash disk coz I will play with my 1 Terabyte plus my Google Hosted Apps that can be accessed from anywhere J

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.