Blog

Opini

High Tech Low Tech

Beban Team

 

Ini bukan istilah yang umum dipakai atau bukan juga bahasa standar yang baju untuk digunakan. Ini istilah yang saya buat sendiri untuk menggambarkan titik terlemah dari sebuah team. Titik terlemah ini bisa jadi sebuah kebijakan atau juga anggota team yang menggerakkannya. Keberadaannya bisa menghambat dan memperlambat kinerja sebuah team. Jika dia adalah personel atau anggota team tersebut, maka biasanya dia adalah yang paling tidak efisien dalam bekerja. Sedangkan jika berupa kebijakan maka kebijakan itu cenderungmenyebabkan ketidakefisienan untuk sebuah team. Hal ini bisa jadi berupa prosedur yang mengharuskan sebuah proses yang sama diulang atau dikerjakan lebih dari sekali. Bisa juga berupa prosedur yang mengharuskan sebuah proses dikerjakan dengan cara yang panjang dan berbelit-belit padahal bisa dikerjakan dengan cara yang lebih efisien.

Hal yang paling mudah untuk dikenali adalah dari sisi personelnya. Kenapa? Karena kita dapat dengan mudah membandingkan hasil kerja tiap-tiap anggota dengan tingkat tanggungjawab yang sama. Produktivitas tiap-tiap anggota akan Nampak dari hasil kerja yang mereka tunjukkan dan bisa langsung kita bandingkan. Contoh sederhana, dalam periode waktu yang sama hasil yang ditunjukkan oleh 2 orang yang diminta untuk mengerjakan tugas yang samakemungkinan besar akan menunjukkan hasil yang berbeda. Memang tidak semua anggota pasti akan atau harus menunjukkan hasil yang sama, tapi semua anggota harus bisa menunjukkan hasil minimal yang sesuai dengan rata-rata anggota yang lainnya.

Idealnya setiap individu yang bekerja sama dalam sebuah team harus mempunyai kemampuan yang relatif sama. Dalam artian bahwa semua anggota team harus dapat memenuhi standar minimal yang ditetapkan oleh team tersebut. Boleh saja satu atau beberapa anggota team mempunyai kemampuan lebih dari yang lainnya. Ini merupakan keuntungan yang bisa menjadi akselerator untuk team bersangkutan. Tapi jika ada anggota yang mempunyai kemampuan dibawah rata-rata, maka dia inilah yang akan menjadi beban team tersebut.

Jika hal ini berlangsung lama maka hal ini dapat menimbulkan ketidakharmonisan dalam team. Ketidakharmonisan ini terjadi karena ada anggota team yang pada akhirnya mengambil beban tanggungjawab yang lebih besar dan dilain pihak ada anggota yang mengambil porsi yang lebih kecil.

Dalam hal ini peranan leader sangat penting untuk menjaga agar keutuhan team tetap terjaga. Sebagai langkah awal konseling akan sangat berguna bagi anggota yang terlihat sebagai beban team. Mengenali penyebabnya merupakan bagian yang penting. Bisa jadi penyebabnya tidak mampu mengikuti ritme teamnya sendiri karena anggota itu memerlukan pelatihan extra atau karena dia belum mengetahui secara penuh tanggungjawab yang harus dia selesaikan. Masalah pengetahuan dalam bekerja ini bisa diatasai dengan pelatihan dan pemberian materi tambahan yang berguna agar dia mempunyai bekal pengetahuan yang cukup untuk

Photo by Beggs@Flickr

GNU's Not Unix!

Walaupun tidak bisa 100% Open Source, tapi saya adalah big fans of Open Source. Salut untuk penggiat Open Source sehingga kita berkesempatan untuk belajar dan berbagi besama. 

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah OS resmi saya  dari tahun 2005 dan hanya 2 kondisi yang bisa memaksa saya untuk tidak memakai Linux. Istri saya ngambek karena tidak terbiasa dengan interface dan komputer di kantor yang semuanya memakai Window$.

Green Peace

Sangat mengagumi kegigihan para pejuang lingkungan di Greenpeace. Salut untuk semua usaha mereka untuk mewariskan lingkungan yang terjaga untuk anak cucu kita. 

Ernesto Guevara de la Serna

Sikap dan prinsipnya belum ada yang bisa meniru sampai saat ini.

Guns n Roses

Love the music so much. Saya menyebutnya musik yang serius dan nggotanya genius. Setelah Guns n Roses bubar, menurut saya perkembangan musik dunia sudah berhenti (Maksa.......)  

Joomla. Because Open Source Matter

Joomla memberikan kemudahan luar biasa untuk urusan blogging. Memang sempat terpikir untuk memakai Wordpress seperti kebanyakan blogger lain tapi karena sudah kadung lengket dengan Joomla maka saya tetap setia dengan Joomla. Sampai suatu saat Joomla tidak Open Source lagi. 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.