Makin kerasnya beban kehidupan membuat banyak orang mengalami tekanan mental. Termasuk saya karena menyempatkan diri untuk menulis tentang gangguan mental ringan yang banyak saya temui di jalan. Tanpa mengenal tingkat pendidikan dan ekonomi, hampir semua orang bisa terkena dan tanpa disadari telah terkena gangguan mental. Mau bukti? Lihat saja contoh ini

 

Parkir Di Trotoar

Selain mata tidak nyaman, parkir di trotoar juga membuat hati tidak nyaman karena membuat yang memakai trotoar untuk berjalan menjadi jengkel. Pelaku parkir di trotoar ini pada dasarnya mengalami gangguan mental ringan dimana dia tidak bisa membedakan antara roda dengan kaki.

 

Berjualan Di Trotoar

Berjualan di trotoar juga termasuk gangguan mental ringan karena trotoar masih ada hubungan dengan pasar dan toko. Biasanya trotoar juga terdapat di depan toko dan pasar. Pedagang yang berjualan di atas trotoar mengalami disorientasi ruang. Mungkin karena tidak ada batas berupa tembok antara toko dengan trotoarnya. Orang normal bisa dengan mudah membedakan batas antara toko dengan trotoar, tapi karena mereka mengalami sedikit masalah mental, maka kemampuan ini agak berkurang.

 

Poster Pemilu

Kalau tidak salah katanyaa tahun 2014 akan ada pemilihan umum gitu ya? Makanya sekarang poster-poster orang-orang yang akan ikut serta sudah mulai dipasang. Maaf bukan calegnya yang mengalami gangguan mental, tapi saya yang mengalami gangguan mental setelah melihat iklan pemilu yang banyak dipasang dijalan raya. Kenapa saya mengalami gangguan mental? Karena saya bingung setelah melihat iklan-iklan dari poster-poster caleg yang banyak bertebaran. Bingung adalah juga salah satu ciri gangguan mental. Lalu kenapa saya bingung?

 

  1. Semua Pose Sama Saja

Pose yang mirip membuat saya tidak mempunyai kesan visual terhadap mereka

  1. Semua Baik

Semua memberi janji yang bagus-bagus. Saya bingung karena kalau semua janji yang bagus-bagus itu dipenuhi dari 2004, pasti negara kita sudah bisa menyalip Korea Utara :)

  1. Semua Janjinya Tidak Bisa Ditakar

Ada pepatah Londo yang saya lupa dari siapa, isinya begini “We can not manage what we don't measure”.Kita tidak bisa mengurus apa yang kita tidak bisa ukur. Maksudnya belum ada janji para pelakon pemilu itu yang berani memberikan ukuran berupa angka yang akan dicapai. Kalau janjinya hanya berupa faktor yang susah diukur, saya mau donk ikutan masang poster (maaf bukan jadi peserta pemilu, cuma mau pasang poster saja hehehehe)

 

Maaf sekali lagi maaf, seperti saya jelaskan diawal tulisan, kumpulan huruf adalah hasil dari gangguan mental yang sedang saya alami.