• Only Paranoid Survive
  • Only Paranoid Survive
  • Only Paranoid Survive
  • Only Paranoid Survive
  • Only Paranoid Survive
  • Only Paranoid Survive
  • Only Paranoid Survive

Weather in  Gianyar Indonesia

Current Forecast
Mon, 21 May 2012 3:30 am CIT
Partly Cloudy
25°C
High: 29°C
Low: 24°C
Sunrise  6:25 am
Sunset 6:06 pm
Wind: 4.83 kmh
Humidity: 78 %
Visibility: 9.99 km
Barometer: 982.05 mb
FALLING
 
Tommorow
 22 May 2012
Scattered Thunderstorms
 
29°C / 24°C
Your IP: 38.107.179.211
Hostname:
38.107.179.211

Your OS: Search Bot
Your Browser: unknown unkno
Location: UNITED STATES

Polls

What Do Search On Internet
 

Who's Online

We have 1 guest online
Selamat Datang di Indonesia, Surganya Onani PDF Print E-mail
Written by Surya Erawan   
Tuesday, 13 March 2012 22:45

Setelah ta pikir-pikir ternyata bangsa Indonesia tercinta ini memang senang onani. Kenapa saya saya tidak mengatakan hobi tapi memilih kata senang, karena hobi itu sendiri berarti melakukan kegiatan pada waktu senggang. Sedangkan bangsa kita ini dalam beronani sudah bukan pada taraf hobi lagi tapi sudah berada dalam kadar kecanduan. Kenapa saya berani mengatakan bahwa bangsa kita sudah kecanduan, karena pemerintahnya sendiri sudah lama beronani dan DPR yang bertugas mengontrol pemerintah juga asyik bermasturbasi sehingga rakyat dan bangsa Indonesia kian lama kian muak karena tebaran bau spermatozoid dan bau ovum yang kian menyengat.

Memuaskan Diri Sendiri

Kegiatan onani yang dilakukan oleh pemerintah dan DPR kita merujuk kepada sifat-sifat mereka yang senang memuaskan diri sendiri. Yang penting mereka senang dulu, urusan rakyat menjadi prioritas nomer kesekian. Makin maraknya kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang adalah bukti nyata ketidakpedulian pemerintah dan DPR kita terhadap kepuasan rakyatnya. Yang mereka pikirkan adalah orgasme untuk dirinya sendiri.

 
Linux dan Tirani Oleh Minoritas PDF Print E-mail
Written by Surya Erawan   
Wednesday, 07 March 2012 00:00

Wah judulnya menyeramkan sekali. Tapi tenang saja kita tidak akan membahas tentang pemerintahan yang diktator. Pembahasannya sederhana kok. Saya mau membahas tentang kelakuan para pemakai Linux (pemula) yang punya hobby menghakimi (baca: menjelek-jelekan) para pemakai sistem operasi yang lain. Utamanya para pemakai Windows. Saya sendiri juga seorang pemakai Linux dan salah satu big fansnya. Masih belajar juga karena masih bisa dibilang baru. Pertama kali berkenalan dengan Linux dan langsung jadi pecandu dari tahun 2005 lalu. Dari masa yang susah karena banyak fungsi yang hanya bisa diakses lewat terminal (command promt) sampai akhirnya sekarang dengan interface yang sudah sangat nyaman alias tinggal pencet pake mouse. Tapi sampai saat ini karena alasan tuntutan hidup (baca: pekerjaan) maka saya juga masih berselingkuh dengan Windows.

Awal Mula

Berawal dari gencarnya sweeping yang dilakukan oleh aparat ke warnet-warnet untuk menyasar komputer-komputer yang tidak memakai sistem operasi Windows yang berlisensi resmi maka warnet langganan saya dulu mengganti semua OS nya dengan Linux. Waktu itu mereka menggantinya dengan Ubuntu. Dari sanalah perkenalan saya dengan Linux berawal. Pada mulanya memang terasa aneh dan mengesalkan. Hampir semua hal-hal yang biasa dilakukan dengan OS Windows harus diganti dengan cara yang berbeda. Yang paling terasa pada tahap awal adalah perubahan pada menu klik kanan. Kebiasaan untuk mempersingkat waktu dengan metode klik kanan menjadi tidak bisa diimplementasikan. Masa awal ini.benar-benar membuat saya merasa frustasi dan memutuskan mencari warnet langganan yang baru dengan sistem operasi yang lebih lazim yakni Windows. Kembali ke uncle Bill yang begitu memanjakan kita dengan kemudahannya. (Yang kini saya sadari hanya masalah kebiasaan saja he he he)

 
Efek Positif Tempat Penitipan Anak PDF Print E-mail
Written by Surya Erawan   
Wednesday, 22 February 2012 12:00

Awal Juli 2010 yang lalu Aya putri saya saya titipkan di tempat penitipan anak. Pada awalnya alasan yang mendasari adalah kesulitan untuk membagi waktu untuk menjaganya karena saya dan istri sama-sama bekerja dan kami hanya tinggal bertiga. Pernah terpikir untuk mengajak pengasuh tapi kami merasa kurang nyaman dengan pilihan itu karena nantinya putri kami hanya berdua dengan pengasuhnya. Ada sedikit kekhawatiran karena kami tidak akan bisa mengontrol perlakuan sang pengasuh. Mungkin opsi ini akan tidak bermasalah jika ini diterapkan untuk anak yang sudah bisa berkomunikasi (4 tahun keatas) karena kami bisa saja menanyakan kepada anak apa-apa saja yang diajarkan atau dilakukan oleh pengasuhnya.

Pada waktu itu usianya sudah 10 bulan. Selama 10 bulan pertama itu, saya bisa dengan lancar membagi waktu. Istri saya seorang guru dengan jam kerja yang sudah pasti, oleh karena itu saya minta ke atasan saya agar saya bisa bekerja pada shift sore sehingga bisa menjaga anak saya pada pagi-siang harinya sebelum istri pulang dari sekolah. Kemudian ada kesempatan promosi di tempat saya bekerja yang membuat saya tidak memungkinkan untuk bekerja sore secara terus menerus. Inilah hal yang mendasari kami untuk mencari pilihan lain untuk pengasuh putri kami.

 
Bagus Polisi Ganteng Tapi Lebih Bagus Polisi Baik PDF Print E-mail
Written by Surya Erawan   
Monday, 27 February 2012 00:00

Mungkin rekan-rekan semua sudah tahu bahwa dalam seminggu belakangan ini stasiun-stasiun TV kita ramai memberitakan pak Polisi ganteng yang saya lupa namanya. Memang secara fisik bapak polisi dimaksud memang ganteng (see even a man confess it). Terus dalam beberapa wawancara yang ditayangkan TV, saya mendapat kesan bahwa orangya juga sopan dan ramah. Polisi ini tiba-tiba menjadi terkenal setelah seseorang mengunggah fotonya ke jejaring social Twitter. Memang internet bisa membuat seseorang mendadak terkenal dengan cepat. Sudah banyak contoh yang saya tidak harus sebutkan lagi disini.

Dalam konteks yang berbeda, saya merasa geli dengan berita-berita tentang pak polisi ini. Aneh saja kalau berita tentang polisi malah lebih banyak ditayangkan oleh infotainment yang nota bene biasanya lebih banyak membahas selebritis kita. Atau mungkin ini adalah ekspresi kerinduan rakyat kita akan polisi yang baik (baca polisi yang bisa membuat rakyat senang he he he) Kalau polisi yang membuat penguasa senang sih sudah biasa tapi polisi yang bisa bikin rakyat senang itu baru luar biasa. Sekali lagi mungkin ini adalah ekspresi bawah sadar rakyat Indonesia (lebay mode on)

 
Berbohong di CV perlukah? PDF Print E-mail
Written by Surya Erawan   
Tuesday, 21 February 2012 23:39

Kita pasti sudah akrab dengan jejaring social macam Facebook, Twitter, Google Plus, Linkedin dan beberapa jejaring social yang lain. Pasti tahu juga dong bahwa yang disebutkan terakhir itu dipake untuk professional resume kita. Ya mirip CV online yang bisa diakses oleh semua koneksi kita. Baru saja saya menerima email dari Linkedin yang menyatakan bahwa saya adalah salah satu dari 1 juta pengguna Linkedin yang baru saja diraih oleh pengguna dari Indonesia (jumlah total katanya 150 juta).

Trus iseng-iseng lihat lagi profile Linkedin saya dan system secara otomatis menyarankan untuk menambah beberapa koneksi yang sekiranya saya kenal (hal yang normal untuk jejaring social). Lalu saya klik salah satu foto dan nama yang memang sudah lama saya kenal. Saya lihat profilnya tertata dengan sangat rapi dan meyakinkan. Diatur mulai dari pencapaian prestasi terakhir hingga yang paling awal masa dia meniti karir (yang kurang lebih berbarengan dengan saya).

Saya sudah lumayan lama berpisah dengan rekan yang satu ini. Sebenarnya kami lumayan akrab karena pernah kuliah bareng dan sempat bekerja di tempat yang sama pula. Keanehan mulai muncul saat saya membaca bagian bawah-bawah posisi-posisi yang pernah dia tempati. Disitu dia tulis bahwa dia pernah menempati posisi yang setahu saya dia tidak pernah tempati. Dengan hati hati saya baca lagi untuk meyakinkan diri saya dan memang benar dia menulis posisi yang dia tidak pernah tempati. Wah-wah bohong dia he he he.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4